
Kevin Diks. (Dok. Instagram)
JawaPos.com-Bek Timnas Indonesia Kevin Diks menorehkan pencapaian gemilang dengan mempersembahkan gelar juara Liga Denmark untuk FC Copenhagen. Namun, prestasi membanggakan ini tidak akan membawanya ke panggung kompetisi Eropa musim mendatang.
Copenhagen mengamankan gelar juara liga ke-16 dalam sejarah klub setelah melumat Nordsjaelland dengan skor telak 3-0 pada Minggu (25/5). Momen kemenangan ini semakin berkesan bagi Diks karena dia turut berkontribusi dengan mencetak gol ketiga melalui eksekusi penalti yang sempurna.
Gelar juara Liga Denmark ini sebenarnya memberikan Copenhagen hak untuk tampil di babak Kualifikasi Liga Champions. Bagi kebanyakan pemain, ini adalah kesempatan emas untuk bermain di level tertinggi kompetisi klub Eropa. Namun, bagi Diks, situasinya berbeda.
Keputusan Diks untuk pindah ke Borussia Mönchengladbach justru menjauhkannya dari kompetisi Eropa. Tim Bundesliga tersebut hanya mampu finis di peringkat ke-10 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa manapun. Bahkan di DFB Pokal, perjalanan Monchengladbach terhenti sejak dini di babak kedua.
Pencapaian Diks bersama Copenhagen sangat mengesankan. Gelar Liga Denmark musim ini merupakan yang ketiga baginya setelah sebelumnya meraih trofi serupa pada musim 2021/2022 dan 2022/2023. Total empat gelar telah diraih selama berseragam Copenhagen, termasuk satu Piala Denmark pada musim 2022/2023.
Performa individual Diks musim ini juga patut diacungi jempol. Gol penalti melawan Nordsjaelland membuat koleksi golnya mencapai 11 gol di semua kompetisi, menjadikannya top skor klub. Pencapaian ini bahkan mengalahkan Mohamed Elyounoussi dan Jordan Larsson yang masing-masing mengoleksi 10 gol.
Yang lebih istimewa lagi, 11 gol tersebut merupakan rekor pribadi Diks sebagai pemain belakang. Untuk pertama kalinya dalam karier, ia berhasil mencetak gol dua digit dalam satu musim.
Diks menjadi salah satu dari dua pemain Timnas Indonesia yang meraih gelar juara musim ini. Pemain lainnya adalah Dean James yang mempersembahkan trofi KNVB Beker untuk Go Ahead Eagles. Namun, kontras dengan nasib Diks, Dean James justru akan mendapat kesempatan bermain di Liga Europa berkat gelar tersebut.
Situasi ini menggambarkan betapa dinamis dan tidak terduganya dunia sepak bola. Meski meraih prestasi tertinggi bersama klubnya, keputusan transfer bisa mengubah segalanya. Bagi Diks, fokus kini tertuju pada adaptasi di lingkungan baru Mönchengladbach dan membantu tim tersebut meraih posisi yang lebih baik di musim mendatang.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
