Flare membara di Gelora Bung Tomo pada laga Persebaya Surabaya vs Bali United. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya kini tengah harap-harap cemas menunggu keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ini menyusul insiden penyalaan flare yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo saat menjamu Bali United.
Persebaya Surabaya berpotensi dijatuhi sanksi denda besar, menyusul kasus serupa yang dialami oleh PSS Sleman. Klub asal Sleman tersebut sudah lebih dulu menerima hukuman denda sebesar Rp 200 juta dari Komdis PSSI.
Sanksi untuk PSS dijatuhkan akibat penyalaan flare dan suara petasan saat laga kontra PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (3/5/2025).
Komdis menilai aksi suporter PSS melanggar aturan disiplin karena menyalakan flare dalam jumlah banyak dan membunyikan mercon sebanyak tiga kali.
Kejadian itu terjadi di tribun timur dan selatan stadion, yang semuanya melibatkan penonton dari tuan rumah.
Akibatnya, Komdis menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta kepada PSS Sleman sebagai bentuk hukuman atas insiden tersebut.
Putusan tersebut diumumkan secara resmi oleh PSSI melalui laman resminya pada Rabu (14/5/2025). Sanksi ini menjadi peringatan keras kepada klub-klub Liga 1 untuk menjaga ketertiban selama pertandingan.
"Terjadi penyalaan flare dalam jumlah banyak di tribune selatan dan timur, terdengar suara mercon sebanyak 3 kali di tribune selatan yang semuanya dilakukan oleh penonton PSS Sleman. Hukuman berupa denda Rp 200 juta," demikian keterangan Komdis PSSI, Rabu (14/5/2025).
Potensi hukuman serupa kini membayangi Persebaya Surabaya usai laga pekan ke-34 Liga 1 melawan Bali United. Flare terlihat menyala hampir di seluruh tribun Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (23/5/2025).
Penyalaan flare terjadi pada menit ke-92 saat Persebaya Surabaya tertinggal 1-3 dari tim tamu Bali United. Situasi semakin tidak kondusif hingga memaksa wasit menghentikan laga sementara.
Pertandingan sempat dihentikan saat menyisakan empat menit dari tambahan waktu enam menit yang diberikan di akhir babak kedua. Kepulan asap dari flare memenuhi stadion dan mengganggu jalannya laga.
Hingga kini belum ada keputusan resmi dari Komdis PSSI terkait insiden flare yang terjadi di laga tersebut.
Panpel Persebaya Surabaya mengaku masih menunggu hasil sidang Komdis yang biasanya diumumkan beberapa hari setelah laga.
"Besok aja kalau ada putusan Komdis," ujar Ketua Panpel Persebaya Surabaya, Ram Surahman, saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (24/5/2025). Ia enggan berspekulasi soal potensi denda yang akan dijatuhkan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
