Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Papua sekaligus Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas, memberikan klarifikasi perihal isu yang beredar mengenai kegaduhan internal manajemen Badai Pasifik. Dia menegaskan bahwa Badai Pasifik baik-baik saja dan siap mengarungi Liga 1 Indonesia 2025/2026.
PSBS Biak belakangan jadi perbincangan hangat karena dilaporkan ada masalah internal di kubu manajemen. Bahkan, sampai muncul nasib Badai Pasifik untuk musim depan jadi terombang-ambing.
Isu kegaduhan itu muncul setelah Eveline Sanita Injaya memutuskan mundur sebagai Presiden Direktur PSBS Biak. Alasannya adalah karena ketidakcocokan dalam manajemen dan dia merasa di dalam PSBS seperti ada dua manajemen.
Yan Mandenas sebagai presiden klub akhirnya buka suara. Dia menegaskan bahwa tak ada kegaduhan yang terjadi di internal PSBS Biak seperti yang ramai diperbincangkan sebelumnya.
Menurut Yan, yang terjadi dalam tubuh manajemen PSBS Biak saat ini adalah dinamika internal yang sering terjadi di dunia sepak bola. "Dinamika semacam ini merupakan bagian dari proses membangun support sistem klub sepak bola profesional pada PSBS Biak yang baru saja promosi ke Liga 1 Indonesia musim 2024/2025."
Selain itu, Yan Mandenas juga membantah soal adanya dua manajemen di tubuh PSBS Biak. Ia menyebut hanya ada satu manajemen di PSBS Biak yang dipimpin oleh Evelin Sanita Injaya selaku Presiden Direktur PSBS Biak. "Kecuali ada hal-hal yang beliau konsultasikan kepada para pemegang saham dalam mengeksekusi kebijakan atau keputusan rapat biasa pemegang saham klub PSBS Biak," ungkapnya.
Di sisi lain, Yan Mandenas tak lupa memberikan apresiasi kepada Eveline yang telah bersikap legawa dengan tak lagi jadi bagian manajemen klub untuk musim depan. Sebab, ia menilai ada beberapa catatan di musim ini yang kurang memberikan dampak kinerja yang baik terhadap manajemen PSBS.
Salah satunya terkait dengan finansial yang kurang efektif dan efisien, penataan organisasi dan personel yang kurang maksimal, komunikasi dan koordinasi yang belum menciptakan sistem kerja yang terstruktur dan kondusif di dalam manajemen klub yang baru promosi ke Liga 1 musim ini.
“Selaku Komisaris Utama PT Sepak Bola Biak Jaya, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Eveline Sanita Injaya atas peran dan kontribusinya bagi klub PSBS Biak selama kompetisi Liga 1 musim ini," jelas Mandenas.
Yan Mandenas berharapn ke depannya, siapapun yang ditunjuk memimpin manajemen PSBS Biak harus lebih berpengalaman, profesional, dan mampu membangun sebuah sistem manajemen yang baik di PSBS sebagai bentuk support system, terutama bagi pemain, pelatih, dan ofisial.
Yan Mandenas juga mematok target kepada PSBS Biak musim depan dapat pencapaian lebih baik, yakni minimal masuk 5 besar klasemen atau juara Liga 1 Indonesia. Karena itu, Yan Mandenas memastikan bahwa konsolidasi internal di tubuh PSBS Biak tetap berlangsung dalam menyambut kompetisi musim depan.
“Konsolidasi internal tetap kami lakukan untuk mempersiapkan kompetisi musim depan, mulai dari rekrut pemain, menyiapkan jadwal training bersama pelatih, koordinasi dengan para sponsor dan membangun kerja sama dalam menghadapi kompetisi musim depan," katanya.
"Termasuk mempersiapkan perpanjangan kontrak pemain, membentuk Akademi PSBS kelompok usia 16, 18, dan 20 tahun sesuai regulasi PSSI sebagai syarat klub profesional," jelas Yan menambahkan.
Penundaan RUPST dan RUPSL

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
