Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 23.35 WIB

Joey Pelupessy Pakai Jersey Nomor 14 Seperti Xabi Alonso, Jadi Jembatan Pertahanan di Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert

Pemain Timnas Indonesia Joey Pelupessy saat bertanding melawan Timnas Bahrain pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Joey Pelupessy menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia ketika menaklukkan Bahrain 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (25/3), secara sempurna. Pemain Liga Divisi 2 Belgia Lommel itu seperti menjadi jembatan antara lini pertahanan dan penyerangan bagi skuad Garuda.

Hadirnya Joey membuat lini tengah Indonesia kukuh dan menambal lubang yang ada di area tengah sebelumnya. Ketika Indonesia dicukur Australia dengan skor 1-5 di laga sebelumnya, lini tengah kerap dieksploitasi lawan. Ketika itu, Joey tidak diturunkan dan Nathan Tjoe-A-On yang dipilih mendampingi Thom Haye.

"Ini benar-benar perasaan yang istimewa, saya melakukan debut di rumah di Jakarta, rasanya benar-benar seperti di rumah," ungkap pemain berusia 31 tahun tersebut ketika diwawancarai di mixed zone.

Selama 90 menit, hampir berada di seluruh area lapangan dan membuat 85 persen akurasi umpan sukses dari 40 percobaan. Dengan menggunakan nomor punggung 14, banyak yang mengaitkan Joey seperti legenda sepak bola Spanyol, Xabi Alonso. 

Namun, Joey merendah. "Tentu saja dia (Xabi) lebih baik dari saya, saya menerima pujian itu tetapi itu bukan level saya, tetapi dia pemain yang luar biasa," ujarnya.

Meskipun, dia tak menampik kalau Xabi merupakan salah satu role model baginya sebagai gelandang yang lebih banyak membantu kedalaman pertahanan. "Tetapi saya melakukan dengan cara saya sendiri, dan jika saya bisa, selama saya dapat membantu timnas, itu membuat saya bangga," katanya.

Bukan hanya secara teknis, Joey juga begitu kerasan akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama sekitar 70.000 orang yang ada di Stadion. "Kami menang 1-0, saya pikir kami memberi orang sesuatu (harapan) sebagai balasan setelah kalah 5-1 melawan Australia," katanya.

Oleh sebab itu, dia menilai kemenangan ini penting untuk seluruh elemen tim bersatu. "Kami sebagai tim, kami memberi orang kembali, kami mendapat dukungan dari kalian semua, jadi dengan cara ini pekerjaan kami, saya benar-benar menantikan comeback pada bulan Juni," ujarnya.

Bulan Juli yang dimaksud Joey adalah saat menghadapi dua laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia grup C menjamu Tiongkok (5/6) dan bertandang ke Jepang (10/6).

Joey juga berharap bisa menjadi pengendali tim di laga selanjutnya sekaligus ingin pemain lain datang dalam situasi yang terus membaik di laga selanjutnya.

Patrick Kluivert menilai Joey berperan sangat maksimal bersama tim. Kluivert sendiri sudah familiar dengan Joey pada 2011 ketika di Twente. "Saya tahu kualitasnya. Dia melakukan tugas dengan sangat bagus. Saya rasa di posisi ini, dia bagus," ujarnya.

Sebenarnya, sambung Kluivert, Joey awalnya bermain di posisi bek kanan. Namun, dia mengubahnya sebagai pemain nomor 6. "Saya sangat bangga padanya karena dia memilih untuk membela Indonesia. Dia sangat bangga juga bisa mewakili negara ini. Dan ini baru awal bagi kami," katanya.

Dengan tambahan pemain seperti Joey, kesempatan bisa lolos setidaknya ke ronde keempat semakin terbuka. Sebab, untuk bisa lolos langsung sangat berat lantaran selisih 4 poin dengan Australia yang menempati urutan kedua.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore