Nasib Paul Munster belum jelas bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia musim depan. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Paul Munster kembali melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit di Liga 1 Indonesia musim ini. Pelatih kepala Persebaya Surabaya itu tak segan menyebut kualitas pengadil lapangan layaknya Liga 3, bahkan VAR disebutnya lebih buruk seperti kasta keempat.
Dalam berbagai konferensi pers, Munster sering mengeluhkan keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Bahkan, ia pernah menantang PSSI untuk meningkatkan standar wasit demi kualitas sepak bola Indonesia yang lebih baik.
"Tahun 2025, masalahnya tetap sama, ini sirkus! Kualitas wasit seperti Liga 3, wasit VAR seperti Liga 4, ini sangat menyedihkan," tegas Munster dalam salah satu sesi wawancara usai pertandingan.
Kritik Munster semakin tajam usai laga di mana Persebaya Surabaya merasa dirugikan oleh keputusan VAR. Salah satunya saat gol Bruno Moreira dianulir setelah wasit melakukan pengecekan VAR yang dianggapnya tidak masuk akal.
Namun di tengah kritik pedas terhadap wasit, fakta unik justru mencuat di Liga 1 musim ini. Persebaya Surabaya menjadi tim yang paling banyak mendapat hadiah penalti hingga pekan ke-27.
Berdasarkan data statistik, Green Force sudah mendapatkan enam penalti sepanjang musim ini. Dari jumlah tersebut, lima penalti sukses dikonversi menjadi gol, sementara satu kesempatan lainnya gagal.
Rasio konversi penalti Persebaya Surabaya tergolong tinggi dibanding tim lain di Liga 1. Dengan tingkat keberhasilan mencapai 83,3 persen, mereka menjadi tim yang paling sering memanfaatkan peluang dari titik putih.
Distribusi penalti Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Di bawah Persebaya Surabaya, ada Persita Tangerang dan Malut United FC yang sama-sama mendapat lima penalti. Namun, tingkat keberhasilan kedua tim itu jauh di bawah Persebaya Surabaya dengan hanya 60 persen gol tercipta.
Selain itu, Borneo FC juga tercatat memperoleh lima penalti dengan persentase keberhasilan 80 persen. Sementara itu, Arema FC dan Dewa United justru lebih sempurna karena selalu mencetak gol dari titik putih.
Statistik ini membuat posisi Persebaya Surabaya cukup paradoksal di Liga 1 musim ini. Di satu sisi, Munster gencar mengkritik kinerja wasit yang dianggap buruk, tetapi di sisi lain timnya justru paling sering mendapat keuntungan penalti.
Sejauh ini, total 68 penalti telah diberikan dalam 242 pertandingan Liga 1 Indonesia musim ini. Rata-rata, ada 0,28 penalti per pertandingan yang diberikan oleh wasit sepanjang musim.
Dari jumlah tersebut, mayoritas penalti sukses dikonversi menjadi gol dengan persentase mencapai 77,9 persen. Artinya, keputusan wasit dalam memberikan penalti cukup sering berujung pada gol yang mengubah jalannya pertandingan.
Menariknya, meskipun sering mendapat penalti, Persebaya Surabaya tetap harus berjuang keras untuk meraih posisi puncak klasemen. Saat ini, mereka berada di peringkat ketiga dengan 48 poin dan masih berpeluang besar finis sebagai runner-up.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
