
Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, enggan meremehkan kekuatan Semen Padang, walau Kabau Sirah tengah terpuruk di klasemen sementara Liga 1 musim ini. (Dok: Persija Jakarta)
JawaPos - Persija Jakarta masih belum mampu mendekat dengan Persib Bandung yang berada di puncak usai ditahan oleh PSBS Biak di kandang. Hasil 1 poin yang didapat itu belum cukup untuk mengejar poin dari Persib.
Persija masih tertahan di posisi kedua dan hanya menyalip 1 poin dari Persebaya yang berada di bawahnya. Tentu Persija masih belum nyaman untuk mengamankan posisi itu.
Pertandingan antara Persija versus PSBS Biak yang berakhir imbang menimbulkan bekas luka. Mengingat Persija tampil dengan unggul penguasaan bola yang tinggi.
“Saya pikir dalam sisi serangan kami menciptakan cukup peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami mencetak dua gol, tapi kami tidak boleh kebobolan dua gol setelah setpiece. Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki,” ucap Carlos Pena, dikutip dari media Persija, Senin (3/2).
Pada laga itu Persija mengalami kebobolan yang sejak awal musim ini menjadi kelemahan dan belum ditemukan solusinya yaitu serangan udara dari skema bola mati.
Dua gol dari PSBS Biak ke gawang Persija berawal dari taktik bola mati yang di mana bek Macan Kemayoran gagal mengantisipasi dengan baik.
Laga tersebut Persija juga melakukan rotasi pada berbagai sektor seperti bek tengah Ondrej Kudela digantikan Hansamu Yama, sayap kanan dan kiri Raka Cahyana serta Pablo Andrade tampil sejak menit awal.
Bola mati atau setpiece masih menjadi permasalahan Persija sejak putaran pertama Liga 1. Tercatat 4 laga Persija telah kebobolan melalui skema bola mati saat menghadapi PSBS Biak, Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Barito Putera.
Saat menghadapi Barito Putera gol dari Eksel Runtukahu berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Risky Pora. Begitu pula 2 gol Persis Solo dari Lautaro Bellegia juga melalui skema bola udara dengan tendangan bebas pada pekan sebelumnya.
Gol PSBS Biak semalam seperti mengulangi kesalahan yang sama dari Persija, sama halnya dengan kebobolan dari Persis Solo.
Raka Cahyana selaku pemain yang menggantikan peran Rio Fahmi mengatakan bahwa dirinya dan tim telah mengetahui kelemahan yang ada.
“Tapi, kami sudah tahu kelemahan kami dan akan memperbaikinya untuk pertandingan ke depannya,” ungkap Raka.
Persija harus berbagi poin dengan lawan dan sia-siakan keunggulan bermain di laga kandang, namun Pena akan fokus ke laga berikutnya melawan Dewa United hari Sabtu nanti.
“Kami kecewa dengan hasil yang kami dapat. Bermain di kandang seharusnya kami mendapatkan tiga poin. Tapi saat ini kami butuh melihat ke depan untuk meraih kemenangan”, pungkas Carlos Pena.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
