Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 00.01 WIB

Persija Jakarta Gagal Menang Lagi, Carlos Pena Ungkap Kelemahan yang Membekas dari Laga Sebelumnya

Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, enggan meremehkan kekuatan Semen Padang, walau Kabau Sirah tengah terpuruk di klasemen sementara Liga 1 musim ini. (Dok: Persija Jakarta) - Image

Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, enggan meremehkan kekuatan Semen Padang, walau Kabau Sirah tengah terpuruk di klasemen sementara Liga 1 musim ini. (Dok: Persija Jakarta)

JawaPos - Persija Jakarta masih belum mampu mendekat dengan Persib Bandung yang berada di puncak usai ditahan oleh PSBS Biak di kandang. Hasil 1 poin yang didapat itu belum cukup untuk mengejar poin dari Persib.

Persija masih tertahan di posisi kedua dan hanya menyalip 1 poin dari Persebaya yang berada di bawahnya. Tentu Persija masih belum nyaman untuk mengamankan posisi itu.

Pertandingan antara Persija versus PSBS Biak yang berakhir imbang menimbulkan bekas luka. Mengingat Persija tampil dengan unggul penguasaan bola yang tinggi.

“Saya pikir dalam sisi serangan kami menciptakan cukup peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami mencetak dua gol, tapi kami tidak boleh kebobolan dua gol setelah setpiece. Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki,” ucap Carlos Pena, dikutip dari media Persija, Senin (3/2).

Pada laga itu Persija mengalami kebobolan yang sejak awal musim ini menjadi kelemahan dan belum ditemukan solusinya yaitu serangan udara dari skema bola mati.

Dua gol dari PSBS Biak ke gawang Persija berawal dari taktik bola mati yang di mana bek Macan Kemayoran gagal mengantisipasi dengan baik.

Laga tersebut Persija juga melakukan rotasi pada berbagai sektor seperti bek tengah Ondrej Kudela digantikan Hansamu Yama, sayap kanan dan kiri Raka Cahyana serta Pablo Andrade tampil sejak menit awal.

Bola mati atau setpiece masih menjadi permasalahan Persija sejak putaran pertama Liga 1. Tercatat 4 laga Persija telah kebobolan melalui skema bola mati saat menghadapi PSBS Biak, Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Barito Putera.

Saat menghadapi Barito Putera gol dari Eksel Runtukahu berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Risky Pora. Begitu pula 2 gol Persis Solo dari Lautaro Bellegia juga melalui skema bola udara dengan tendangan bebas pada pekan sebelumnya.

Gol PSBS Biak semalam seperti mengulangi kesalahan yang sama dari Persija, sama halnya dengan kebobolan dari Persis Solo.

Raka Cahyana selaku pemain yang menggantikan peran Rio Fahmi mengatakan bahwa dirinya dan tim telah mengetahui kelemahan yang ada.

“Tapi, kami sudah tahu kelemahan kami dan akan memperbaikinya untuk pertandingan ke depannya,” ungkap Raka.

Persija harus berbagi poin dengan lawan dan sia-siakan keunggulan bermain di laga kandang, namun Pena akan fokus ke laga berikutnya melawan Dewa United hari Sabtu nanti.

“Kami kecewa dengan hasil yang kami dapat. Bermain di kandang seharusnya kami mendapatkan tiga poin. Tapi saat ini kami butuh melihat ke depan untuk meraih kemenangan”, pungkas Carlos Pena.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore