Persebaya Surabaya berpotensi terkena denda Rp 50 juta dari Komdis PSSI usai kalah dari PSS Sleman. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya terancam menghadapi denda Rp 50 juta usai laga melawan PSS Sleman. Dalam pertandingan ini, Green Force mengoleksi delapan kartu kuning yang diberikan oleh wasit Gedion Dapaherang.
Bertanding di Stadion Manahan, Sabtu (11/1/2025), Persebaya Surabaya takluk dengan skor 1-3 dari PSS Sleman. Hasil ini sekaligus menandai rekor buruk dengan banyaknya kartu kuning yang diterima oleh pemain dan pelatih mereka.
PSS Sleman membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-4 melalui gol Gustavo Tocantins. Umpan cantik Abduh Lestaluhu dimanfaatkan dengan sempurna untuk membawa tim tuan rumah memimpin 1-0.
Selang 13 menit, PSS menggandakan keunggulan lewat sundulan Cleberson. Gol ini tercipta berkat tendangan bebas presisi dari Betinho yang gagal diantisipasi lini belakang Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya sebenarnya sempat mencetak gol melalui Bruno Moreira di menit ke-23. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit mengecek VAR dan menemukan adanya pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Keputusan ini memicu protes keras dari pelatih Paul Munster di pinggir lapangan. Akibatnya, Munster turut menerima kartu kuning pada menit ke-29 sebagai peringatan dari wasit.
Jelang babak pertama usai, PSS menambah gol ketiga melalui Nicolao Dumitru. Sepakan kerasnya di menit ke-45+2 membuat Ernando Ari tak berdaya, mengubah skor menjadi 3-0.
Di masa tambahan waktu, Persebaya Surabaya mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Riswan Lauhin dan Toni Firmansyah sama-sama menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras di menit ke-45+4 dan 45+8.
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi PSS Sleman dalam efisiensi serangan. Meski hanya mencatat 52% penguasaan bola, tim tuan rumah mampu unggul tiga gol atas Persebaya Surabaya.
Babak kedua dimulai dengan upaya Persebaya Surabaya untuk bangkit dengan pergantian pemain. Dejan Tumbas dan Alfan Suaib masuk menggantikan Riswan Lauhin dan Toni Firmansyah.
Dejan Tumbas sempat mencetak gol debutnya pada menit ke-48. Namun, lagi-lagi VAR menganulir gol tersebut karena offside, membuat Persebaya Surabaya tetap tertinggal.
Kontroversi VAR berlanjut saat wasit memeriksa potensi penalti untuk Persebaya Surabaya di menit ke-56. Cleberson dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap Dejan Tumbas, dan penalti diberikan kepada Persebaya Surabaya.
Bruno Moreira sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-57. Gol ini memperkecil ketertinggalan Persebaya Surabaya menjadi 1-3, memberikan harapan bagi tim tamu untuk bangkit.
Sayangnya, upaya Persebaya Surabaya tak membuahkan hasil tambahan hingga akhir pertandingan. Justru kartu kuning terus menghantui mereka di babak kedua.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
