Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 17.32 WIB

Gilson Costa Banjir Kritik Pedas: Hanya Menang Duel Udara 4 Kali saat Persebaya Surabaya Terpuruk di Bali

Gilson Costa jadi sasaran kritik suporter usai Persebaya Surabaya kalah dari Bali United. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Kekalahan Persebaya Surabaya dari Bali United pada pekan ke-17 Liga 1 Indonesia 2024/2025 menjadi pukulan telak bagi tim kebanggaan Bonek Mania. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu (28/12) malam, Green Force harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0.

Pertandingan berjalan sengit, terutama di babak pertama, yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Kedua tim saling jual beli serangan, tetapi lini belakang masing-masing tim masih mampu bertahan dengan solid.

Namun, babak kedua menjadi bencana bagi Persebaya Surabaya yang tak mampu menahan gempuran Bali United. Dalam waktu hanya tiga menit, Privat Mbarga (63') dan Irfan Jaya (66') sukses mencetak gol, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya Surabaya.

Hasil ini membuat posisi Persebaya Surabaya di papan atas klasemen Liga 1 semakin terancam oleh Persib Bandung. Tim asuhan Paul Munster kini hanya berjarak dua poin dari Persib yang masih memiliki satu laga tunda.

Sorotan tajam pun datang dari para pendukung setia Persebaya Surabaya, terutama terhadap kedalaman skuad dan performa individu pemain. Akun Instagram resmi @officialpersebaya dibanjiri komentar pedas dari Bonek yang kecewa dengan hasil pertandingan.

Absennya Francisco Rivera di laga ini dianggap menjadi salah satu faktor melemahnya lini tengah Persebaya Surabaya. Tanpa kehadiran gelandang kreatif asal Meksiko itu, Persebaya Surabaya kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Gilson Costa, gelandang bertahan Persebaya Surabaya, menjadi pemain yang paling banyak menerima kritik dari para suporter. Pemain bernomor punggung enam itu dinilai tampil di bawah standar dan gagal memberikan kontribusi maksimal.

Statistik Gilson Costa di pertandingan tersebut memang tidak terlalu impresif. Dari tujuh duel udara yang dilakukannya, ia hanya mampu memenangkan empat, sebuah angka yang dianggap kurang untuk pemain di posisinya.

Di duel darat, Gilson sedikit lebih baik dengan memenangkan enam dari 11 percobaan. Namun, jumlah itu masih dianggap tidak cukup untuk menghadapi tim sekelas Bali United.

Selain itu, Gilson juga kehilangan penguasaan bola sebanyak empat kali selama pertandingan. Meski hanya melakukan satu pelanggaran, kontribusinya dinilai tidak seimbang dengan ekspektasi yang dibebankan kepadanya.

Desakan untuk mengganti Gilson Costa di putaran kedua Liga 1 langsung menggema di kalangan Bonek. Banyak suporter menilai performa pemain asal Portugal ini tidak cukup solid untuk menjaga asa Persebaya Surabaya bersaing di papan atas.

“Gilson wajib diganti di putaran kedua. Bruno juga perlu dievaluasi karena permainan makin buruk dan terlalu sering kehilangan bola,” tulis salah satu akun di kolom komentar.

“Manajemen lebih tahu apa yang harus dilakukan. Tapi kalau hanya mengandalkan 11 pemain tanpa pelapis yang sepadan, ya beginilah jadinya,” tulis akun lain yang juga mengkritik kedalaman skuad Green Force.

Tak hanya itu, beberapa komentar bahkan menyebutkan lini tengah Persebaya menjadi titik lemah utama. Ketergantungan pada Francisco Rivera dinilai terlalu besar, sehingga absennya pemain tersebut membuat permainan tim berantakan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore