Aksi pemain muda Persebaya, Mikael Tata dalam ajang Liga 1. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Sejumlah pemain muda lokal U-22 turut mewarnai ketatnya Liga 1 musim ini. Mereka tidak hanya sebagai 'pemanis' saja di tim mereka masing-masing, tetapi sudah mulai memiliki peran yang cukup besar bagi timnya.
Musim ini, sejumlah pemain lokal U-22 sukses mencuri perhatian dengan performa gemilang bersama klubnya. Mereka antara lain Hokky Caraka, Bintang Brilliant (PSS Sleman), Achmad Maulana Syarif (Arema FC), hingga Mikael Alfredo Tata (Persebaya).
Di usia yang masih muda, mereka memiliki kemampuan teknis, visi bermain, dan keberanian untuk bertarung di lapangan.
Misalnya Mikael Tata, yang sudah menjadi andalan di lini belakang Persebaya. Ia memiliki umpan-umpan akurat, kaya visi bermain dan berani mengambil keputusan penting di momen krusial. Itulah mengapa ia bisa menembus tim utama Persebaya musim ini.
Sementara itu, jika dilihat secara statistik, salah satu pemain muda yang berkontribusi besar bagi timnya adalah Arkhan Fikri.
Bersama Arema FC, Ia sudah memainkan 12 pertandingan. Akurasi umpannya mencapai 85,78% dari total 461 umpan.
Ada juga Firman Ramadhan. Bersama Malut United FC, ia juga mencatatkan performa cemerlang dengan rating 7,04 dalam 450 menit bermain.
Sedangkan pemain muda yang ahli dalam memberi umpan akurat adalah penggawa Persija, Muhammad Ferarri yang memiliki prosentase akurasi hampir 90%.
Regulasi pemain muda dalam tim
Salah satu faktor yang membuat pemain muda bisa bersinar di tim yang mereka bela antara lain adanya regulasi pemberian menit bermain bagi pemain muda di setiap klub peserta Liga 1.
Hal ini membuat klub lebih terpacu untuk serius membina pemain muda melalui akademi atau merekrut pemain berbakat dari luar daerah.
Selain itu, kompetisi junior yang diinisiasi PSSI seperti Elite Pro Academy Liga 1 juga turut andil mengorbitkan pemain muda karena sejumlah pemain U-22 merupakan jebolan kompetisi tersebut.
Selain itu, program pengembangan usia muda yang diinisiasi oleh PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub juga mulai menuai hasil. Banyak pemain U22 yang kini bermain di BRI Liga 1 adalah hasil dari kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy (EPA).
Menurut Direktur Operasional LIB, Asep Saputra, para pemain muda bisa membuat sebuah klub membangun fondasi tim untuk jangka panjang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
