Pemain Persija Jakarta dalam performa terbaik setelah meraih tiga kemenangan beruntun. (LIB)
JawaPos.com - Sejarah panjang dilalui Persija Jakarta jelang merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-96. Skuad berjuluk Macan Kemayoran itu termasuk salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia, yang dulunya bernama Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ).
Klub tertua bukan satu-satunya label yang disematkan kepada Persija pada saat ini. Tim kebanggaan masyarakat Jakarta itu kini juga dianggap sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia.
Setiap pertandingan Persija sekarang pun jadi salah satu yang ditunggu-tunggu, apalagi ketika bertemu dengan tim-tim besar lain seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Selain itu, Persija juga punya basis pendukung yang sangat kuat. Yakni the Jakmania, kelompok suporter yang selalu setia menemani, mendampingi, dan mendukung Macan Kemayoran di manapun berada.
Nama besar Persija kian melejit karena mereka juga kerap menorehkan prestasi gemilang. Total 11 gelar kompetisi domestik diraih, dengan rincian 9 gelar era Perserikatan dan dua sisanya direngkuh ketika era Liga Indonesia.
Nah, di balik kesuksesan itu, ada kisah panjang yang menjadi sejarah Persija. JawaPos.com coba merangkumnya dari awal hingga saat ini, sekaligus menyambut HUT Persija ke-96 yang akan jatuh pada Kamis, 28 November 2024.
Sejarah Persija Jakarta
Berdasarkan laman resmi klub, sejarah Persija Jakarta dimulai oleh Soeri dan Alie. Dua sosok itu adalah mendirikan sebuah klub sepak bola bernama Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ) pada 28 November 1928.
Pada masa itu, VIJ muncul sebagai wadah berkumpulnya klub-klub sepak bola nasionalis di Batavia pada masa itu. Macan Kemayoran pun langsung bersinar dalam kompetisi pada masa sebelum kemerdekaan. VIJ sukses meraih gelar juara pada 1931, 1933, 1934, dan 1938.
Selain itu, VIJ juga mrnjadi salah satu pencetus berdirinya federasi sepak bola Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930. Berdirinya PSSI saat itu berawal dari cita-cita yang sama dengan bond dari daerah lain.
Dua puluh dua tahun kemudian, VIJ berubah nama menjadi Persija pada 1950 dengan Jusuf Jahja sebagai ketua. Era awal nama Persija kala itu dihuni oleh sejumlah pemain nasional seperti Tan Liong Houw, Chris Ong, Thio Him Tjiang, Van der Vin, sampai Van der Berg.
Pada masa itu, kompetisi sepak bola Indonesia beralih jadi masa perserikatan. Kesuksesan pun terus menghampiri Persija. Mereka berhasil menjuarai Perserikatan pada 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979.
Sayangnya setelah itu Persija seret prestasi. Gelar tak kunjung menghampiri hingga akhirnya kompetisi sepak bola Indonesia mulai menuju profesional pada 1994. Kompetisi pun berubah menjadi Liga Indonesia.
Nah, pada era profesional sejak 1994 hingga saat ini, Persija baru meraih dua gelar juara saja. Yakni pada 2001 dan 2018. Total 11 trofi telah dikoleksi oleh Macan Kemayoran hingga saat ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
