Alfan Suaib (kiri) dan Mikael Tata mendapat panggilan dari Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kini menghadapi dilema besar terkait kewajiban PSSI untuk memainkan pemain U-22 dalam starting XI setiap pertandingan di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Setelah dua pemain U-22 mereka, Alfan Suaib dan Mikael Alfredo Tata, dipanggil oleh Timnas Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan jelang Piala AFF 2024, Persebaya Surabaya bisa terkena denda jika tidak memenuhi aturan tersebut.
Shin Tae Yong, pelatih Timnas Indonesia, baru saja mengumumkan 34 pemain yang akan bergabung dalam TC di Bali pada 26 November hingga 5 Desember 2024.
Dalam daftar tersebut, dua nama pemain Persebaya Surabaya, Alfan Suaib dan Mikael Tata, masuk dalam skuad yang akan menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia.
Namun, pemanggilan keduanya juga membawa konsekuensi bagi Persebaya Surabaya, karena regulasi Liga 1 2024/2025 mewajibkan setiap klub untuk menurunkan minimal satu pemain U-22 dalam starting XI dengan durasi bermain minimal 45 menit.
Jika Persebaya Surabaya tidak bisa memenuhi kewajiban ini, mereka berisiko dikenakan denda sebesar Rp200 juta, sesuai dengan Lampiran 4 Regulasi Liga 1 2024/2025.
Aturan ini diberlakukan untuk meningkatkan pengembangan pemain muda Indonesia di kompetisi tertinggi, dan klub-klub di Liga 1 harus mematuhi ketentuan tersebut.
Sebelumnya, apabila hanya satu pemain U-22 yang dipanggil ke Timnas, klub tetap diwajibkan untuk memasukkan pemain U-22 lainnya dalam starting XI, namun jika dua atau lebih pemain dipanggil, klub dibebaskan dari kewajiban ini.
Dengan pemanggilan Alfan Suaib dan Mikael Tata ke Timnas Indonesia, Persebaya Surabaya otomatis kehilangan dua pemain U-22 yang biasa mengisi starting XI mereka.
Hal ini menyebabkan tim asuhan Paul Munster harus berpikir keras untuk mencari solusi agar tidak terkena sanksi denda yang cukup besar tersebut.
Bagi Persebaya Surabaya, masalah ini semakin kompleks karena stok pemain U-22 yang mereka miliki saat ini cukup terbatas. Di antara pemain muda U-22 yang ada, hanya ada beberapa nama seperti Toni Firmansyah, Lalu Rizki, Andre Oktavinasyah, dan Ernando Ari, yang bisa menjadi opsi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Alfan dan Mikael.
Toni Firmansyah, gelandang serang kelahiran 2005, menjadi salah satu pilihan yang paling menonjol. Selain itu ada nama Andre Oktaviansyah yang juga bisa mengisi slot tersebut. Sementara itu, Lalu Rizki dan Ernando Ari, meski lebih berperan sebagai kiper, juga masuk dalam daftar pemain muda yang bisa dipertimbangkan untuk memenuhi regulasi ini.
Namun, jika Persebaya Surabaya memilih untuk tidak mematuhi aturan tersebut, mereka berisiko kehilangan denda Rp200 juta. Hal ini menjadi pertimbangan besar bagi manajemen dan pelatih Persebaya Surabaya untuk segera mencari solusi dan memastikan ada pemain lain yang bisa diandalkan untuk mengisi posisi U-22.
Penting untuk dicatat bahwa regulasi Liga 1 2024/2025 juga memberikan sanksi lebih ringan, yakni denda Rp100 juta, jika akumulasi durasi bermain pemain U-22 tidak tercapai hingga akhir musim.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
