Jakarta International Stadium sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 (JAWA POS/HARITSAH ALMUDATSIR)
JawaPos.com - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca akhirnya buka suara soal terusirnya Macan Kemayoran -julukan Persija- dari rumahnya saat menjamu PSM Makassar pada 29 September lalu. Dia mengatakan, manajemen sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah hal tersebut.
Persija Jakarta awalnya sudah bersepakat untuk tidak jadi tim musafir di Liga 1 2024/2025. Manajemen tak ingin Macan Kemayoran merasakan bertanding di luar Jakarta padahal statusnya adalah pertandingan kandang.
Keinginan itu sudah terwujud dalam tujuh pertandingan awal, di mana tiga di antaranya Persija berstatus tuan rumah. Seluruhnya pun dimainkan di Jakata, mulai dari melawan PS Barito Putera (3-0) dan Persis Solo (2-1) di Jakarta International Stadium (JIS), hingga menjamu Dewa United FC (0-0) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Namun memasuki pekan kedelapan atau laga kandang keempat, Persija ternyata terusir juga. Mereka tak bisa bermain di Jakarta dengan menggunakan JIS maupun Stadion Utama GBK ketika menghasapi PSM Makassar akhir bulan lalu.
Saat itu, terisar kabar bahwa Persija tak bisa menggunakan JIS karena stadion itu masih dalam proses pembenahan dan perbaikan barang pascakonser Bruno Mars pada 11, 13, dan 14 September lalu. Kabarnya semua itu membutuhkan waktu sebulan untuk siap digunakan kembali.
Sementara untuk Stadion Utama GBK manajemen juga karena pengelola stadion sedang kembali melakukan pemeliharaan lapangan. Pemeliharaan dilakukan setelah dipakai oleh Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday periode September.
Adapun manajemen Persija sendiri sebelumnya tak pernah memberikan alasan detail di balik mereka terusir dari Jakarta. Mereka hanya menyebut tak bisa menggunakan keduanya karena satu dan lain hal.
Lantas apa alasan yang sebenarnya Persija tak bisa pakai JIS dan GBK? Mohamad Prapanca coba memberikan penjelasan terkait terusirnya Macan Kemayoran dari rumahnya.
" Persija berusaha di musim ini sebenarnya tidak keluar dari Jakarta, itu kesepakatan. Kita berusaha keras untuk mendapatkan komitmen tempat kita bermain baik di GBK maupun di JIS," katanaya.
"Tapi emang dalam perjalanan itu tidak mudah, tetapi saya yakin JIS juga berbenah. Buat mereka harus siap memberikan kita ruang di JIS agar, bahwa Persija sebagai anchor tenant-nya harus bisa bermain sesuai dengan schedule liga yang sudah ditentukan," ungkapnya.
Kini manajemen berusaha keras agar Persija bisa kembali ke Jakarta. Khususnya JIS. Peluang itupun cukup terbuka karena Magan Kemayoran baru akan bertanding sebagai tuan rumah lagi pada November nanti.
Sepanjang Oktober, Persija hanya memainkan dua laga, yakni melawan PSIS Semarang (17 Oktober) dan Arema FC (26 Okrober). Kedua pertandingan itu mereka berstatus sebagai tim.tamu.
"Mudah-mudahan kita masih on track, dari pihak JIS juga masih berkomitmen untuk bisa agar kita main di sana," jelas Prapanca.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
