
Rachmat Irianto bertransformasi jadi salah satu gelandang bertahan terbaik Liga 1 Indonesia dan berhasil juara bersama Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2023/2024. (Instagram/@rachmatirianto)
JawaPos.com — Like father, like son. Ungkapan ini tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan kemiripan antara Bejo Sugiantoro dan putranya, Rachmat Irianto.
Tak hanya soal wajah yang sangat mirip, tapi juga talenta dan bakat luar biasa yang dimiliki oleh keduanya. Kisah perjalanan karier Rachmat Irianto tak lepas dari peran besar sang ayah yang merupakan legenda hidup Persebaya Surabaya.
Namun, ada satu cerita unik yang jarang diketahui publik. Ternyata, Bejo Sugiantoro sempat melarang Rachmat Irianto menjadi striker.
Cerita ini bermula pada sebuah pertandingan di Lapangan Karanggayam, pada Selasa, 4 Oktober 2016. Saat itu, Bejo Sugiantoro tampak serius mengamati laga antara Sasana Bhakti dan Putra Mars.
Kehadirannya bukan tanpa alasan. Mantan bek tangguh Persebaya dan Timnas Indonesia ini kini menjabat sebagai pelatih kepala Indonesia Muda (IM) senior, klub yang turut membesarkan namanya. Dalam pertandingan tersebut, Bejo datang untuk menyiapkan timnya bertanding melawan FFC.
Namun, bukan hanya Bejo yang menjadi sorotan hari itu. Dari pinggir lapangan, seorang pemain muda IM memanggilnya. Wajahnya sangat mirip dengan Bejo, tak lain dan tak bukan dia adalah Rachmat Irianto, anak sulung Bejo.
Sejak kecil, Ryan—sapaan akrab Rachmat Irianto—telah menunjukkan ketertarikan pada sepak bola. Dan, siapa sangka, meski kini dikenal sebagai bek tangguh, perjalanan karier Ryan sejatinya dimulai dari posisi striker. "Ayah dulu sempat melarang saya jadi striker," ujar Ryan dikutip dari koran Jawa Pos edisi 6 Oktober 2016.
Bejo Sugiantoro, dengan pengalamannya sebagai bek, khawatir jika Ryan terlalu banyak mendapatkan benturan dari bek lawan jika bermain sebagai striker. "Jadi bek tengah saja, lebih aman dan cocok buatmu," kenang Ryan menirukan perkataan ayahnya.
Awalnya, Ryan merasa ragu dengan keputusan ayahnya. Namun, setelah beberapa kali mencoba bermain sebagai bek, Ryan mulai merasa nyaman dan akhirnya terus melanjutkan perannya sebagai bek hingga sekarang.
Rachmat Irianto memulai karier sepak bolanya bersama klub Bintang Timur, yang juga masih memiliki keterkaitan dengan Indonesia Muda. Awalnya, dia terinspirasi untuk menjadi penyerang karena ingin mencetak banyak gol.
Namun, perlahan posisinya berubah, terutama setelah mendapatkan ‘arah’ dari sang ayah. Bejo Sugiantoro yakin bahwa Ryan lebih cocok bermain sebagai bek tengah, posisi yang lebih aman namun tetap memiliki peran krusial dalam permainan.
Keputusan Bejo tidak salah. Ryan mulai menemukan kenyamanan di posisi bek tengah dan mulai menunjukkan kemampuannya yang menonjol. Bahkan, posisinya sebagai bek tengah membawa dirinya masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia U-13.
Pada 2013, Ryan ikut serta dalam Yamaha Cup di Malaysia, meskipun perjalanan Timnas Indonesia hanya sampai di fase penyisihan. Meski begitu, di turnamen tersebut, Ryan mendapat perhatian dari pemandu bakat klub asal Malaysia, Frenz United.
Mereka tertarik dengan potensinya dan memberikan beasiswa kepada Ryan untuk bergabung dengan akademi mereka.
Ryan menerima tawaran itu dan bergabung dengan Frenz United pada 2014 hingga 2016. Selama masa tersebut, Ryan belajar banyak tentang sepak bola, termasuk pengalaman berharga dari kompetisi di level internasional.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
