
Persebaya Surabaya siap catatkan prestasi kembali di Liga 1 musim depan dengan skuad yang lebih baik. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Sebagai salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Indonesia, Persebaya Surabaya telah mengumpulkan berbagai catatan prestasi gemilang sepanjang sejarahnya.
Klub ini bukan hanya simbol perjuangan bagi warga Surabaya, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam ajang liga sepak bola Indonesia. Sejak berdirinya PSSI, Persebaya telah menunjukkan dominasinya dengan meraih banyak gelar juara dan memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan sepak bola nasional.
Persebaya Surabaya pertama kali mencatatkan prestasi gemilang dalam kompetisi perserikatan, yang dimulai setahun setelah PSSI didirikan. Klub ini berhasil meraih enam gelar juara pada musim 1941, 1950, 1951, 1952, serta periode 1975-1978 dan 1987-1988. Keberhasilan ini menunjukkan betapa kuatnya Persebaya sebagai salah satu kekuatan utama dalam sepak bola Indonesia pada masa itu.
Memasuki era Liga Indonesia, Persebaya terus menunjukkan tajinya. Pada musim 1996-1997 dan 2004, klub ini berhasil meraih gelar juara lagi, menegaskan dominasinya di kancah sepak bola nasional. Pada musim 1998, Persebaya hampir meraih gelar juara jika saja kompetisi tidak dihentikan karena situasi politik yang tidak stabil di Indonesia pada masa itu. Kejadian ini menunjukkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh klub dan sepak bola Indonesia secara umum pada waktu itu.
Setelah meraih gelar juara pada tahun 2004, Persebaya mengalami masa sulit dalam era Liga Indonesia. Klub ini bahkan harus mengundurkan diri di pertengahan musim kompetisi 2005, yang mengakibatkan hukuman dan degradasi ke Divisi Satu. Keputusan ini tentu saja menjadi pukulan berat bagi klub dan para pendukung setianya, Bonek.
Namun, semangat juang Persebaya tidak pernah padam. Pada tahun 2008, Persebaya berhasil kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia, menunjukkan tekad dan dedikasi mereka untuk terus berjuang dan bangkit.
Namun, pada musim 2009-2010, klub ini kembali mengalami masalah internal akibat dualisme yang melanda dunia sepak bola nasional. Persebaya 1927, yang didukung penuh oleh para Bonek, berkompetisi dalam Liga Primer Indonesia yang pada saat itu tidak diakui oleh PSSI. Meskipun mengalami berbagai tantangan, Persebaya 1927 berhasil meraih gelar ‘juara’ tanpa piala pada 2011.
Sementara itu, klub yang sebelumnya dikenal sebagai Persebaya kini berubah nama menjadi Bhayangkara FC, sebuah perubahan yang menambah kompleksitas dalam sejarah klub ini.
Pada 2017, melalui Kongres PSSI di Bandung, status Persebaya 1927 akhirnya diakui. Namun, klub ini harus memulai kembali kompetisinya dari Liga 2. Meskipun harus memulai dari bawah, semangat Persebaya dan dukungan para Bonek tidak pernah surut.
Pada 2018, Persebaya berhasil naik ke Liga 1 dan terus bertahan di liga tertinggi sepak bola Indonesia hingga saat ini. Perjalanan ini menunjukkan betapa gigihnya perjuangan klub untuk kembali ke puncak, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara klub dan para pendukungnya.
Saat ini, menurut data resmi dari klasemen BRI Liga 1 2023/2024, Persebaya Surabaya menduduki peringkat 12. Dengan jumlah pertandingan sebanyak 34, klub ini mencatatkan 10 kemenangan, 12 kali seri, dan 12 kali kalah.
Mereka berhasil mencetak 33 gol, namun juga kebobolan 46 gol, dengan selisih gol -13 dan total poin 42. Meskipun berada di posisi tengah klasemen, Persebaya terus berusaha untuk meningkatkan performanya dan kembali ke puncak kompetisi.
Perjalanan panjang dan berliku Persebaya Surabaya di kancah sepak bola Indonesia bukan hanya tentang prestasi di lapangan, tetapi juga tentang perjuangan, dedikasi, dan semangat juang yang tak kenal lelah. Klub ini telah melalui berbagai tantangan, mulai dari masalah internal, dualisme, hingga situasi politik yang tidak stabil. Namun, semangat Bonek dan komitmen klub untuk terus berjuang selalu menjadi sumber kekuatan utama mereka.
Sebagai salah satu klub sepak bola dengan basis penggemar terbesar di Indonesia, Persebaya Surabaya memiliki tanggung jawab besar untuk terus menginspirasi dan memberikan yang terbaik bagi para pendukungnya.
Keberhasilan mereka di masa lalu adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan semangat juang, semua tantangan bisa diatasi. Ke depan, Persebaya tentu akan terus berusaha untuk kembali ke puncak dan meraih lebih banyak prestasi, tidak hanya untuk klub, tetapi juga untuk kebanggaan kota Surabaya dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
