Anang Ma’ruf
Sampdoria memang tengah terpuruk di Serie B musim ini, dan kecil kemungkinan promosi ke Serie A Italia. Namun, sejarah mendatat klub dari Pulau Genoa tersebut pernah menjadi raksasa Eropa. Tak mudah bisa masuk ke klub tersebut. Tapi ada seorang anak Indonesia pernah di sana.
Sidiq Prasetyo, Sidoarjo
HUJAN masih turun sangat deras di sekitar Sidoarjo pada Jumat malam (5/7/2024). Padahal, jam sudah menunjukan waktu 23.30 WIB. Di sebuah warung kopi, duduk seorang sosok yang namanya begitu diseganinya di kancah sepak bola Indonesia. Dia adalah Anang Ma'ruf.
"Saya nunggu hujan reda. Minimal gerimis, baru saya berani pulang," kata Anang. Rumahnya memang lumayan jauh dari tempatnya berteduh, 25 kilometeran. Sekarang, Anang tinggal di kawasan Bratang, Surabaya.
Sambil menunggu air dari langit berkurang curahnya, Anang mengingat masa indahnya semasa menjadi pemain. Sebuah pengalaman besar pernah didapatnya di usia yang masih sangat muda.
"Saat usia masih 19 , saya ikut berlatih bersama Sampdoria dan diajak ikut tur Asia," kenang lelaki kelahiran 28 Mei 1976 itu.
Anang bisa berlatih bersama Sampdoria atas rekomendasi langsung pelatih klub itu, Sven Goran Eriksson. Pelatih asal Swedia itu mengetahui kualitas Anang karena melatihnya di Tim Indonesia yang tengah berlatih dan berkompetisi di Italia atau yang dikenal sebagai PSSI Primavera.
"Selain saya, ada Kurus (Kurniawan Dwi Yulianto,penyerang) dan Kurnia Sandi (kiper)," jelas Anang.
Di klub juara Serie A 1991 itu, Anang bukan hanya menyaksikan latihan. Tapi dia dilibatkan dalam latihan.
"Dari latihan itu, saya diajak Sampdoria saat tur Asia 1995. Bahagia bisa main bareng dengan para pemain pemain besar," ujar Anang.
Salah satunya, jelas dia, Roberto Mancini. Legenda sepak bola Italia itu sangat ramah dengan Anang.
"Bahkan, Mancini pernah bilang kalau saya akan jadi pemain besar kalau kembali ke Indonesia. Cara bermain sepak bola sudah gaya Eropa," jelas Anang.
Mancini pun mempunyai panggilan khas kepada Anang. Mantan pelatih Timnas Italia dan pernah membawa Manchester City juara Premier League itu memanggilnya Mario.
"Mungkin lidah Mancini dan orang Italia susah memanggil Ma'ruf. Makanya jadi Mario dan semua pemain Sampdoria memanggil sama, Mario, kepada saya" ujarnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
