
Witan Sulaiman saat beraksi di atas lapangan
Jawapos.com - Pemain Timnas U-19 Indonesia, Witan Sulaiman, memang menjadi pembicaraan hangat pencintas sepak bola di tanah air. Dia memiliki kemampuan spesial dalam mengolah si kulit bundar. Tak tanggung-tanggung, dia diyakini akan menjadi bintang masa depan sepak bola Indonesia.
Hanya saja, untuk menjadi seperti saat ini, Witan menjalaninya dengan tidak mudah. Dia harus jatuh bangun dalam mengejar karirnya. Kesederhanaan keluarga membuat Witan harus berlatih keras dengan pelbagai cara.
Lahir di Palu pada 8 Oktober 2001 atau tepatnya 17 tahun lalu, Witan mengawali karirnya di kampung halaman. Dia mengasah bakat dan semangat bermainnya. Beberapa kompetisi diikuti Witan. Perlahan tapi pasti, kemampuannya berkembang. Itu makin membuatnya percaya diri.
"Dahulu saya bermain di Palu ikut beberapa kejuaraan. Sampai akhirnya mengikuti TC di Jakarta. Dalam menjalani karir ini, saya harus jatuh bangun," beber Witan.
Kerja keras Witan dan dukungan dari sang ayah, Humaidi, setidaknya membuahkan hasil positif. Witan dipercaya untuk bergabung ke dalam SKO Ragunan saat dirinya berusia 12 tahun dan menginjak pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Perjuangan setelah bergabung di SKO Ragunan rupanya belum usai. Beberapa kali Witan mengikuti seleksi untuk masuk tim inti. "Pada saat itu seleksi reguler, kalau enggak salah untuk Piala Suratin. SKO Ragunan kerja sama dengan Menpora di ajang Piala Suratin dan saya suruh ikut," ungkapnya.
Witan berhasil masuk tim. Namun, itu tak lantas membuat Witan puas. "Pokoknya jangka panjang untuk karir. Sampai pernah TC beberapa kali dengan tujuan bisa membela Indonesia," imbuhnya.
Karir Witan meroket hingga akhirnya dipanggil Timnas U-14. Selanjutnya Witan kembali terpilih untuk mewakili Indonesia untuk Tim U-16. Penampilannya terus berkembang dan hingga dipercaya memperkuat Timnas U-19 saat ini.
"Saya selalu berharap ke depan lebih baik. Tentunya keinginan terbesar saya bisa bermain bersama klub Eropa. Setiap pemain sepak bola Indonesia tentu punya mimpi besar bergabung dengan klub Eropa," tutup Witan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
