
Vincenzo Alberto Annese punya background pendidikan yang cukup tinggi.
JawaPos.com – Nakhoda anyar PSIS Vincenzo Alberto Annese bukan sekadar pelatih sepak bola biasa. Selain usianya yang masih sangat muda, yakni 33 tahun, Annese juga memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.
Annese sempat bermain untuk tim muda Venezia hingga tahun 2001. Selanjutnya, ia lebih banyak bermain untuk klub Serie C dan Serie D. Sadar potensinya sebagai pemain tak berkembang, ia memutuskan pensiun pada usia 23 tahun.
Dalam usia yang masih sangat muda tersebut Annese memilih fokus menjalani karier sebagai pelatih. Selain itu, ia mulai terjun di bidang pendidikan saat memutuskan belajar di sejumlah universitas.
Pada Maret 2006, Annese memperoleh gelar Sarjana dalam Ilmu Kegiatan Olahraga, Fakultas Kedokteran dan Bedah Universitas Foggia. Dua tahun berikutnya, ia sukses merengkuh gelar Master untuk Ilmu Kegiatan Pencegahan di Universitas Verona.
Di luar itu, sejak 2008 hingga 2014, ia menjadi guru Pendidikan Jasmani pada sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bari. Bahkan mulai 2011, ia tercatat sebagai dosen pendidikan jasmani di Universitas Bari.
“Ketika saya memasuki kelas, saya ingat, saya adalah seorang guru. Karena (saya) masih sangat muda, saya tahu bagaimana cara menangani mereka,” cerita Annese dalam sebuah wawancara dengan calcionews24 pada 2015 silam.
Annese tampaknya sangat menikmati perannya sebagai pengajar. Bahkan Annese menyebut jika statusnya sebagai guru adalah sebuah hobi. “Tugas saya adalah untuk melatih, tetapi bukan itu sebabnya saya tidak melakukan hobi saya dengan baik,” terangnya.
Selain aktif sebagai pengajar, ia juga tercatat sebagai pakar pendidikan jasmani di CONI (Komite Olimpiade Nasional Italia). Annese juga ahli di bidang lain, seperti instruktur renang serta instruktur gym.
Dalam bidang sepak bola, nama-nama seperti Pep Guardiola, Jose Mourinho, Eusebio Di Francesco, dan Maurizio Sarri menjadi patron bagi Annese dalam melatih. Karena Annese sangat senang melihat pelatih yang memiliki inovasi dalam sepak bola.
“Tim saya harus tahu cara bermain dengan keseimbangan dalam transisi, tidak perlu takut apa pun, dan menunjukkan kepribadian yang kuat,” ucapnya.
Bagi Annese, hasil yang baik bisa diperoleh dengan pengorbanan, kerendahan hati, serta usaha yang konstan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
