Persebaya Surabaya wajib evaluasi jelang menjamu PSM Makassar. (Persebaya)
JawaPos.com — 13 kali kebobolan di babak kedua menjadi alarm keras bagi Persebaya Surabaya jelang menghadapi PSM Makassar. Evaluasi besar langsung digulirkan pelatih Bernardo Tavares demi membenahi rapuhnya konsentrasi tim di paruh akhir laga.
Persebaya Surabaya harus segera bangkit setelah ditekuk Persijap Jepara 3-1 pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Kekalahan itu terasa menyakitkan karena dua gol tuan rumah lahir pada babak kedua saat fokus tim mulai goyah.
Kini Green Force sudah ditunggu laga berikutnya pada pekan ke-23 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026).
Laga kandang itu menjadi momentum penting untuk menebus kegagalan sekaligus memulihkan kepercayaan diri pemain.
Masalah terbesar Persebaya Surabaya musim ini terlihat jelas dari distribusi gol yang bersarang ke gawang mereka. Dari total 23 kebobolan, sebanyak 13 terjadi di babak kedua termasuk injury time.
Rinciannya, Persebaya Surabaya kebobolan tujuh gol pada menit 1-45 dan tiga gol pada menit 45+. Setelah turun minum, gawang mereka jebol 10 kali pada menit 46-90 serta tiga kali pada menit 90+.
Data itu menunjukkan penurunan konsentrasi dan daya tahan mental saat pertandingan memasuki fase krusial. Pola ini berulang dan menjadi pekerjaan rumah serius jelang duel melawan PSM Makassar.
Kekalahan dari Persijap Jepara mempertegas masalah tersebut. Dua gol penentu dicetak Alexis Nahuel Gómez pada menit ke-70 serta Iker Guarrotxena Vallejo pada menit 90+10, keduanya lahir setelah jeda.
Bernardo Tavares tidak menutup rasa kecewanya seusai pertandingan. Pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya melakukan terlalu banyak kesalahan elementer yang langsung dihukum lawan.
"Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas," kata Tavares.
Sorotan Tavares bukan tanpa alasan karena masalah serupa juga muncul pada laga sebelumnya. Saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, lini pertahanan Persebaya Surabaya kembali kebobolan dari skema bola mati.
Pola berulang itu menjadi alarm bagi tim pelatih. Artinya, celah taktis yang sama terus dimanfaatkan lawan dan belum mampu ditutup secara efektif.
"Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut," ucapnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
