
Performa Pedro Matos jadi sorotan Bonek di skuad Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Persebaya)
JawaPos.com–Pedro Matos jadi sorotan publik Surabaya pada putaran kedua Super League 2025/2026. Bonek menagih kontribusi lebih dari pemain asing dengan nilai pasar paling murah milik Persebaya Surabaya.
Sorotan ke Pedro Matos mencuat usai Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo pada lanjutan super league. Green Force hanya bermain imbang 1-1 melawan Dewa United meski unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua.
Momen krusial terjadi ketika gol Persebaya yang dicetak Mihailo Perovic dianulir wasit. Keputusan tersebut diambil karena Pedro Matos lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap pemain Dewa United saat situasi tendangan bebas.
Insiden itu membuat peluang Persebaya Surabaya untuk meraih tiga poin sirna. Padahal tekanan penuh sedang dilakukan saat lawan bermain dengan 10 pemain.
Tak hanya karena pelanggaran tersebut, performa Pedro Matos juga dinilai belum maksimal. Hal itu memicu reaksi keras dari Bonek yang mulai mempertanyakan kontribusinya.
Salah satu Bonek menuliskan kekecewaannya di media sosial. “Pedro, Pedro. Iki ta pemain seng jarene incaran lama,” tulisnya sambil menyinggung adaptasi Pedro Matos dengan skema Bernardo Tavares.
Pedro Matos merupakan salah satu pemain asing anyar Persebaya Surabaya. Dia juga tercatat sebagai pemain asing dengan nilai pasar paling rendah di skuad Green Force.
Persebaya Surabaya memaksimalkan kuota pemain asing pada putaran kedua Super League 2025/2026. Total ada 11 pemain ekspatriat yang menghuni skuad utama.
Manajemen Persebaya Surabaya juga aktif di bursa transfer paruh musim. Empat pemain asing baru direkrut, sementara tiga pemain asing dilepas.
Dari 11 pemain asing tersebut, Francisco Rivera menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi. Gelandang asal Meksiko itu dibanderol Rp 6,95 miliar menurut Transfermarkt.
Nilai pasar yang sama juga dimiliki Bruno Moreira Soares. Keduanya menjadi pemain asing termahal di skuad Persebaya.
Mihailo Perovic, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes berada di bawahnya. Ketiganya sama-sama memiliki nilai pasar Rp 4,35 miliar.
Milos Raickovic dan Gali Freitas dibanderol Rp 3,48 miliar. Sementara Leo Lelis dan Bruno Paraiba memiliki nilai pasar Rp 3,04 miliar.
Risto Mitrevski dan Pedro Matos menempati posisi terbawah. Keduanya sama-sama memiliki nilai pasar Rp 2,17 miliar.
Meski berstatus pemain asing termurah, ekspektasi terhadap Pedro Matos cukup tinggi. Statusnya sebagai incaran lama membuat publik berharap kontribusi instan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
