
Muhammad Hilmi (nomor 23) dari Putra Jaya yang melakukan tendangan horor. (Putra Jaya)
JawaPos.com — Putra Jaya pecat Muhammad Hilmi usai tendangan horor pada dada Firman Nugraha di Liga 4 menjadi keputusan tegas yang langsung mengundang perhatian publik sepak bola nasional. Insiden brutal itu terjadi dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 PSSI Jawa Timur dan berujung pada pemutusan kontrak sang pemain.
Keputusan pemecatan diambil setelah aksi Muhammad Hilmi Gimnastiar viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari pencinta sepak bola.
Tendangan keras ke arah dada lawan dinilai mencederai nilai sportivitas dan melampaui batas kewajaran dalam pertandingan resmi.
Duel PS Putra Jaya kontra Perseta 1970 berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), dalam suasana kompetitif khas laga fase gugur.
Pertandingan itu seketika berubah menjadi sorotan akibat satu momen yang mencoreng jalannya laga.
Insiden bermula saat Muhammad Hilmi dan Firman Nugraha terlibat perebutan bola di area tengah lapangan. Alih-alih mengincar bola, Hilmi justru melayangkan tendangan tinggi yang menghantam dada Firman secara telak.
Aksi tersebut menyerupai tendangan kungfu dan terjadi di depan banyak pemain serta perangkat pertandingan. Benturan keras membuat Firman Nugraha terkapar dan membutuhkan penanganan medis di lapangan.
Rekaman video insiden itu dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Gelombang kritik pun mengalir deras, menuntut sanksi tegas bagi pelaku demi menjaga marwah kompetisi Liga 4.
Manajemen PS Putra Jaya merespons cepat sorotan publik dengan mengambil langkah internal. Klub asal Pasuruan itu memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Muhammad Hilmi Gimnastiar tanpa menunggu proses berlarut.
Pengumuman pemecatan disampaikan secara resmi melalui akun media sosial PS Putra Jaya. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk sikap klub dalam menjaga nilai fair play di sepak bola.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Harian Putra Jaya, Gaung Andaka Ranggi P, klub menjelaskan alasan pemutusan kontrak secara terbuka. Putra Jaya menegaskan insiden itu berdampak langsung pada cedera pemain lawan.
“Dengan adanya kejadian laga Liga 1 babak 32 besar zona Jatim antara PS. Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan Madura yang menyebabnya cederanya pemain Perseta 1970, maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian krja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Surat itu menjadi dasar administratif berakhirnya status Hilmi sebagai pemain Putra Jaya.
Putra Jaya menilai tindakan Hilmi sama sekali tidak mencerminkan semangat sepak bola yang menjunjung sportivitas. Perilaku tersebut dianggap menyalahi koridor aturan permainan yang berlaku dalam kompetisi resmi PSSI.
Klub juga menegaskan komitmen menjaga citra tim di mata publik dan peserta kompetisi lain. Sanksi pemecatan dipilih sebagai langkah paling tegas dan bertanggung jawab.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
