Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 November 2025 | 20.26 WIB

Tak Cukup Voting dari Fans! Rizky Ridho Harus Dipilih Legenda FIFA untuk Menang Puskas Award 2025

Kapten Persija Rizky Ridho menjadi satu-satunya pemain asal Indonesia yang pernah masuk dalam nominasi Penghargaan FIFA Puskas Award. (Instagram Rizky Ridho)

 

JawaPos.com — Tak cukup hanya mengandalkan dukungan publik, Rizky Ridho perlu mencuri hati para legenda FIFA jika ingin membawa pulang Puskas Award 2025. Persaingan di ajang gol terbaik dunia itu berlangsung ketat dan mekanismenya tak sesederhana siapa yang paling populer di mata penggemar.

Masuknya nama Ridho dalam daftar nominasi langsung membuat pecinta sepakbola Indonesia geger karena ini pertama kalinya pemain Indonesia menembus penghargaan prestisius tersebut.

Gol bek Persija Jakarta itu dipandang panelis FIFA sebagai salah satu dari 11 gol terbaik yang tercipta pada periode 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025.

Ridho sejajar dengan pemain kelas dunia seperti Declan Rice dari Arsenal dan wonderkid Barcelona Lamine Yamal. Para pemain ini menghasilkan gol-gol yang dipilih panel pakar FIFA sebelum dilepas untuk voting global.

Proses voting publik dilakukan lewat FIFA.com untuk semua penggemar yang sudah mendaftar. Setiap fan memilih tiga gol secara berurutan yang akan diberi bobot poin lima, tiga, dan satu.

Namun, voting fans hanya menyumbang separuh hasil akhir karena 50 persen lainnya berasal dari pilihan panel legenda FIFA.

Sistem ini membuat dukungan penonton tak bisa berdiri sendiri tanpa persetujuan para mantan bintang dunia yang punya hak suara sama beratnya.

Artinya, meski Ridho bisa saja memuncaki voting fans, ia tetap harus dinilai positif oleh legenda dunia agar total skor akhirnya unggul. Kedua kelompok juri memiliki nilai akhir yang identik walaupun jumlah pemilih sangat berbeda jauh.

Setelah poin individu dihitung, FIFA mengambil tiga besar dari masing-masing kelompok lalu mengonversinya menjadi poin final 13, 11, dan 9 untuk peringkat pertama hingga ketiga.

Kandidat yang menempati ranking empat sampai 11 di masing-masing kelompok juga tetap mendapat poin turun bertahap hingga satu poin.

Akhirnya, total poin dari dua kelompok digabung untuk menentukan siapa yang benar-benar terbaik.

Sistem ini memberi keseimbangan antara popularitas dan penilaian kualitas teknis dari para legenda yang memahami standar gol kelas dunia.

Jika terjadi seri di posisi teratas, FIFA menggunakan beberapa lapis aturan tambahan yang berpihak pada fan vote.

Gol dengan poin terbanyak dari fans akan menang, dan jika masih imbang, jumlah suara lima poin dari fans menjadi penentunya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore