Bernardo Tavares saat masih menangani PSM Makassar di Super League 2025/2026. (ILeague)
JawaPos.com — Desakan dari suporter Persebaya Surabaya untuk melakukan perubahan di kursi pelatih semakin menguat seiring hasil yang belum memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Nama yang mulai santer disebut sebagai kandidat pengganti Eduardo Perez adalah Bernardo Tavares, pelatih Portugal yang saat ini tengah berstatus tanpa klub setelah berpisah dari PSM Makassar.
Situasi ini membuat peluang Persebaya Surabaya untuk mendatangkan pelatih berlisensi Pro-UEFA tersebut terbuka lebar.
Tidak adanya biaya kompensasi transfer menjadi salah satu faktor yang membuat sosok Tavares kian realistis untuk didatangkan ke Gelora Bung Tomo.
Tuntutan perubahan muncul karena performa Persebaya Surabaya yang dianggap tidak konsisten baik dari sisi hasil maupun permainan.
Meskipun sempat mencatat kemenangan meyakinkan 5-2 atas Bali United, langkah Green Force kembali goyah setelah hanya bermain imbang melawan Persik Kediri pada laga terakhir, sehingga sorotan terhadap kinerja pelatih tak bisa dihindarkan.
Unggahan terbaru dari akun fanbase Persebaya Surabaya, @onlinepersebaya, menjadi semacam cerminan suara Bonek yang ingin ada langkah tegas dari manajemen.
"Sudah 8 pertandingan dilalui, hanya 1 pertandingan Persebaya bisa menang dengan permainan meyakinkan yakni saat taklukkan Bali United dengan skor 5-2 di Gelora Bung Tomo. Dilihat dari sisi hasil? Tidak konsisten untuk menang. Dilihat dari sisi permainan? Tidak berkembang cenderung membosankan. Sebelum laga melawan Persija dikabarkan sudah ada pembicaraan terkait masa depan Coach Eduardo Perez oleh manajemen Persebaya. Dan hasilnya Persebaya takluk dari Persija di kandang dan hanya bermain imbang melawan PSBS Biak," tulis @onlinepersebaya.
Hasil minor melawan Persija dan PSBS Biak disebut memperkuat asumsi masa depan Eduardo Perez tengah dalam pertimbangan serius.
Kondisi ini kemudian mengarah pada satu nama: Fernando José Bernardo Tavares, pria kelahiran Proença-a-Nova, Portugal, 2 Mei 1980 yang sudah menempuh perjalanan panjang dalam dunia kepelatihan.
Ia memulai kariernya sangat muda, menjadi asisten pelatih di usia 21 tahun untuk SL Benfica kelompok usia muda pada 2001.
Tavares kemudian mengembara ke berbagai negara dengan pengalaman yang begitu luas dibandingkan banyak pelatih lain yang pernah datang ke Indonesia.
Total ia telah bekerja di sembilan negara berbeda mencakup Portugal, Bahrain, Oman, Tanzania, Maladewa, Makau, India, Finlandia, hingga Indonesia.
Tidak hanya sekadar berkelana, Tavares juga mengukir prestasi yang terbilang impresif di klub-klub yang ia tangani.
Ia membawa New Radiant SC meraih gelar juara liga dan piala domestik di Maladewa pada musim 2016/2017 serta mengantar Benfica de Macau menjuarai kompetisi Macao pada musim 2017/2018.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
