Arief Catur Pamungkas jadi salah satu pemain kesayangan Eduardo Perez di Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Empat pemain Persebaya Surabaya menjadi tumpuan utama pelatih Eduardo Perez di ajang Super League 2025/2026. Mereka adalah Bruno Moreira, Ernando Ari, Arief Catur, dan Dime Dimov yang sudah menembus lebih dari 600 menit bermain hingga pekan kesembilan.
Keempat pemain ini seolah tak tergantikan di skuad Green Force. Ketika Persebaya Surabaya mengalami naik turun performa, mereka tetap dipercaya tampil penuh di hampir setiap pertandingan.
Arief Catur menjadi pemain dengan menit bermain tertinggi sejauh ini, yakni 635 menit. Bek tangguh asal Indonesia itu selalu jadi pilihan utama di lini belakang dan tampil konsisten menjaga kedisiplinan pertahanan tim.
Tak kalah impresif, Bruno Moreira juga mencatat 630 menit bermain.
Winger asal Brasil tersebut menjadi motor serangan utama Persebaya Surabaya dengan kecepatan dan kemampuan melewati lawan yang kerap merepotkan pertahanan lawan.
Di bawah mistar, Ernando Ari tampil solid dengan jumlah menit bermain yang sama, 630 menit. Kiper muda timnas Indonesia ini terus menjadi andalan berkat refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola yang semakin matang.
Sementara Dime Dimov, bek asal Bulgaria, juga menunjukkan kontribusi penting dengan torehan 610 menit bermain.
Duetnya bersama Arief Catur sering menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan, meski hasil pertandingan belum selalu berpihak pada Persebaya Surabaya.
Empat pemain ini layak disebut sebagai “kesayangan” Eduardo Perez di musim ini. Dalam sembilan laga yang sudah dijalani, mereka hampir selalu mengisi daftar starting eleven dan jarang sekali diganti.
Kepercayaan besar dari sang pelatih tidak datang tanpa alasan. Eduardo Perez dikenal sebagai pelatih yang menuntut disiplin dan konsistensi, dua hal yang terlihat jelas dalam permainan keempat pemain tersebut.
Mereka tampil stabil bahkan ketika tim sedang berada dalam tekanan. Saat Persebaya Surabaya tertinggal, keempatnya tetap memperlihatkan mental baja dan terus berjuang hingga peluit akhir.
Laga terakhir melawan Persija Jakarta menjadi bukti lain betapa pentingnya mereka bagi Green Force.
Meski Persebaya Surabaya kalah 1-3 di kandang sendiri, performa empat pemain tersebut tetap menonjol dan menunjukkan karakter pantang menyerah.
Ernando Ari beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang, termasuk menepis tembakan keras Rizky Ridho di menit ke-51. Aksinya menjaga gawang membuat Persebaya Surabaya tetap memiliki peluang bangkit hingga akhir laga.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
