Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 15.10 WIB

Eduardo Perez Geleng Kepala! Persebaya Surabaya Kantongi 2 Kartu Merah di 3 Laga Terakhir

Milos Raickovic gelandang Persebaya Surabaya saat berjibaku hadapi Dewa United, Jumat (26/9). (Media Persebaya) - Image

Milos Raickovic gelandang Persebaya Surabaya saat berjibaku hadapi Dewa United, Jumat (26/9). (Media Persebaya)

JawaPos.com—Persebaya Surabaya kembali jadi sorotan usai mengantongi dua kartu merah dalam tiga laga terakhir Super League 2025/2026. Catatan disiplin buruk itu membuat pelatih Eduardo Perez hanya bisa menggelengkan kepala melihat tim asuhannya harus bermain pincang di momen krusial.

Kartu merah pertama diterima Francisco Rivera saat menghadapi Persib Bandung di pekan ke-5. Gelandang asal Meksiko itu diusir wasit pada menit akhir laga setelah melakukan pelanggaran keras yang tak bisa ditoleransi.

Belum selesai luka dari insiden itu, Persebaya Surabaya kembali kehilangan pemain saat bersua Dewa United di pekan ke-7. Kali ini giliran Dejan Tumbas yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat pada menit ke-38 setelah menerima kartu merah langsung.

Dua kartu merah beruntun ini membuat Persebaya Surabaya kehilangan keseimbangan permainan dalam dua pertandingan penting. Tak hanya menyulitkan strategi tim, situasi itu juga memaksa pemain lain bekerja ekstra menahan gempuran lawan.

Saat melawan Dewa United, Green Force terpaksa bermain dengan sepuluh orang hampir sepanjang laga. Meski demikian, semangat juang mereka patut diapresiasi karena masih mampu menahan imbang 1-1 lewat penalti dramatis di menit akhir.

Gol penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Bruno Morera menjadi penyelamat tim kebanggaan Arek Suroboyo. Striker asal Brasil itu sukses memanfaatkan peluang emas di detik-detik terakhir pertandingan dan memastikan Persebaya Surabaya membawa pulang satu poin.

Pertandingan yang digelar di Banten International Stadium, Jumat (26/9) malam itu, berlangsung sengit sejak menit awal. Dewa United unggul lebih dulu, namun Persebaya Surabaya tidak menyerah meski harus kehilangan satu pemain lebih cepat.

Eduardo Perez terlihat beberapa kali mengangkat tangan ke udara tanda frustrasi dengan keputusan pemainnya di lapangan. Sang pelatih menilai kartu merah yang didapat begitu merugikan tim karena mengganggu konsentrasi dan strategi yang sudah disiapkan.

Situasi ini jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Green Force yang sedang berusaha bangkit di papan klasemen. Dua kartu merah dalam tiga laga terakhir menjadi sinyal masalah disiplin belum sepenuhnya teratasi.

Padahal, Persebaya Surabaya sedang butuh konsistensi untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Kehilangan pemain karena kartu merah tentu membuat mereka sulit tampil maksimal dalam menjaga peluang meraih kemenangan.

Sementara itu, hasil imbang menghadapi Dewa United membuat kedua tim sama-sama harus puas berbagi angka. Kedua kubu kini masih bersaing ketat di papan tengah dengan selisih poin yang tidak terlalu jauh.

Bagi Dewa United, hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir. Namun, rapuhnya lini belakang mereka masih jadi pekerjaan rumah setelah gagal mencatat clean sheet dalam tujuh pertandingan beruntun.

Kebobolan 12 gol dari tujuh laga menunjukkan masih ada celah besar di sektor pertahanan Banten Warriors. Kehadiran Nick Kuipers dan Edo Febriansah ternyata belum cukup untuk membuat benteng mereka kokoh.

Berbeda dengan Dewa United, masalah utama Persebaya Surabaya lebih banyak terjadi karena kecerobohan sendiri. Dua kartu merah dalam tiga laga jelas menunjukkan kurangnya kontrol emosi pemain di tengah tekanan pertandingan.

Eduardo Perez pun meminta anak asuhnya untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan di lapangan. Dia menegaskan, bermain agresif boleh saja, tapi jangan sampai merugikan tim dengan kartu merah yang seharusnya bisa dihindari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore