Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Mei 2025 | 20.21 WIB

PSSI Serius Benahi Timnas U-17 usai Kekalahan dari Korut, Fokuskan Fisik dan Kompetisi

Skuad Timnas U-17 Indonesia merayakan kemenangan atas Afghanistan, memastikan sebagai juara grup di Piala Asia 2025. (@timnasindonesia) - Image

Skuad Timnas U-17 Indonesia merayakan kemenangan atas Afghanistan, memastikan sebagai juara grup di Piala Asia 2025. (@timnasindonesia)

JawaPos.com–Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjadikan kekalahan telak Timnas Indonesia U-17 dari Korea Utara sebagai bahan evaluasi penting dalam persiapan menuju Piala Dunia U-17 2025. Tim Garuda Muda kalah dengan skor 0-6 di perempat final Piala Asia U-17 2025, meskipun telah memastikan tiket ke ajang Piala Dunia U-17 sebelumnya.

Berbicara di Tangerang Selatan pada Selasa (6/5), Erick menyoroti pentingnya peningkatan aspek fisik dan jam terbang para pemain muda Indonesia.

“Pelajaran dari kekalahan 0-6 melawan Korea Utara adalah pentingnya evaluasi menyeluruh, terutama pada fisik dan pengalaman bertanding. Ini harus kita tingkatkan ke depannya,” ujar Erick.

Erick juga memberikan contoh negara yang mampu bangkit dan berkembang secara signifikan, seperti Uzbekistan. Tim muda Uzbekistan berhasil menjuarai Piala Asia U-17 2025 dan sebelumnya juga menjadi kampiun di Piala Asia U-20 2023. Dia menilai kesuksesan Uzbekistan datang dari keseriusan dalam membina pemain muda.

“Kita lihat Uzbekistan, mereka baru bangkit tapi bisa juara di kelompok usia U-17 dan U-20. Itu karena mereka serius membangun. Kalau kita tidak serius, ya akan terus tertinggal,” tegas Erick.

Dalam upaya pembenahan, Erick menyampaikan pentingnya memperkuat ajang kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy (EPA). Turnamen ini dinilai menjadi wadah penting dalam menyiapkan pemain-pemain muda yang kelak akan memperkuat Timnas.

Untuk itu, PSSI bersama Badan Tim Nasional telah berdiskusi dengan operator liga agar pemain-pemain U-17 mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Salah satu rencana konkret adalah mempertemukan tim U-17 dengan kelompok usia lebih tua seperti U-18 dan U-20 dalam pertandingan resmi.

“Pemain U-17 akan punya kesempatan bertanding sebanyak 17 hingga 20 kali, termasuk melawan kelompok usia lebih senior. Ini penting agar mereka bisa mengasah kemampuan, bukan hanya berlatih,” jelas Erick.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi agar pemain muda Indonesia bisa berkembang lebih cepat dan siap bersaing di level dunia, khususnya saat tampil di Piala Dunia U-17 2025 mendatang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore