Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 21.17 WIB

Fakta Menarik Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Mees, berusaha menghadapi tekanan dari Australia. (@gastonszermanph)

 

JawaPos.com - Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam pertandingan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga yang berlangsung di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3) sore WIB ini menjadi ujian berat bagi skuad Garuda di bawah arahan pelatih baru, Patrick Kluivert.

Timnas Indonesia sejatinya memiliki peluang emas untuk unggul lebih dulu di menit kedelapan. Namun, eksekusi penalti Kevin Diks justru membentur tiang gawang, membuat kesempatan emas tersebut terbuang sia-sia. Gagal memanfaatkan peluang itu, Indonesia harus menghadapi dominasi Australia yang mulai menguasai jalannya pertandingan.

Australia membuka keunggulan melalui Martin Boyle pada menit ke-18, disusul gol Nishan Velupillay dua menit berselang. Jackson Irvine semakin memperlebar jarak dengan mencetak gol pada menit ke-34 dan menutup laga dengan gol tambahan pada menit ke-90. Sementara itu, Lewis Miller juga ikut menyumbang satu gol bagi tim tuan rumah di menit ke-61. Satu-satunya gol untuk Indonesia dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-78, memperkecil ketertinggalan.

Selain itu, pertandingan ini menjadi momen debut bagi dua pemain keturunan yang baru bergabung dengan Timnas Indonesia, yakni Ole Romeny dan Dean James. Keduanya tampil sebagai starter dan menunjukkan potensi yang menjanjikan.

Ole Romeny tampil impresif dengan mobilitas tinggi dan akhirnya mencetak gol pertama untuk Indonesia di laga ini. Sementara itu, Dean James memberikan kontribusi dengan umpan-umpan akurat dari sisi kiri lapangan.

Pelatih Patrick Kluivert menilai bahwa permainan Indonesia sebenarnya cukup baik di babak pertama. Namun, kegagalan penalti di awal laga mempengaruhi mentalitas tim dan mengubah dinamika pertandingan.

"Kami sempat menguasai sisi kanan lapangan sesuai strategi, tetapi setelah penalti gagal, ada perubahan di mental para pemain," ujar Kluivert dalam konferensi pers usai laga.

Meskipun debutnya di Timnas Indonesia berakhir dengan kekalahan, Kluivert menegaskan bahwa timnya tetap akan berjuang dengan kepala tegak.

"Kami sudah berjuang sekuat tenaga, tetapi hasil ini tentu mengecewakan, baik bagi tim maupun para pendukung Indonesia," ungkapnya.

Hasil ini semakin memperpanjang catatan negatif Timnas Indonesia dalam pertemuan dengan Australia. Dari 20 pertandingan yang telah berlangsung antara kedua tim, Indonesia hanya mampu meraih satu kemenangan yang terjadi pada 1981.

Sementara itu, 16 pertemuan lainnya berakhir dengan kekalahan bagi Indonesia, dan empat laga berakhir imbang. Dalam lima pertemuan terakhir, Skuad Garuda juga belum mampu meraih kemenangan, hanya mencatat dua hasil imbang dan tiga kekalahan, termasuk pertandingan di Jakarta pada September 2024 yang berakhir tanpa pemenang.

Meskipun mengalami kekalahan telak, harapan Indonesia untuk melaju ke putaran berikutnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih belum tertutup. Timnas harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di laga-laga selanjutnya untuk tetap menjaga asa tampil di ajang bergengsi dunia tersebut.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Skuad Garuda, yang perlu meningkatkan konsistensi dan mental bertanding demi menghadapi lawan-lawan kuat di kualifikasi berikutnya. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Patrick Kluivert dan anak asuhnya akan merespons hasil ini dalam pertandingan selanjutnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore