Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 18.39 WIB

Tragedi Truk Ditumpangi Bonek 1995 yang Mendunia, Kenangan Duel Klasik Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang yang Tak Terlupakan

Truk yang ditumpangi Bonek ambruk karena kelebihan muatan pasca pertandingan Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang pada 1995. (Sholihuddin/Jawa Pos) - Image

Truk yang ditumpangi Bonek ambruk karena kelebihan muatan pasca pertandingan Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang pada 1995. (Sholihuddin/Jawa Pos)

JawaPos.com — Pada 17 Mei 1995, sebuah tragedi tak terlupakan terjadi dalam perjalanan suporter Persebaya Surabaya. Ribuan Bonek berbondong-bondong mendukung tim kesayangan mereka melawan PSIS Semarang dalam laga bergengsi era Perserikatan.

Euforia memenuhi jalanan Surabaya kala itu, membuat suasana semakin riuh dan penuh semangat. Stadion Gelora 10 Nopember di Tambaksari menjadi saksi betapa besarnya dukungan suporter untuk Green Force.

Namun, semangat membara tersebut berubah menjadi duka mendalam di perjalanan pulang. Sebuah truk yang dipenuhi Bonek terguling karena kelebihan muatan dan kehilangan keseimbangan.

Insiden tersebut menjadi perhatian dunia setelah seorang fotografer Jawa Pos, Sholihuddin, berhasil mengabadikan momen tragis tersebut. Foto ikonik itu memenangkan penghargaan World Press Photo 1995 dalam kategori spot news.

Sholihuddin memilih posisi strategis di depan Mapolsekta Genteng, Jalan Ambengan, Surabaya. Dari sana, ia bisa melihat langsung kepadatan suporter dan situasi yang semakin tak terkendali.

Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim saat itu menyediakan truk untuk mempercepat kepulangan suporter. Sayangnya, antusiasme yang membludak membuat kapasitas truk terlampaui hingga menimbulkan risiko besar.

Ketika truk tersebut akhirnya terguling, Sholihuddin dengan sigap menangkap momen dramatis itu dalam jepretan kamera. Foto tersebut memperlihatkan bagaimana suporter saling berebut tempat hingga truk oleng dan terbalik.

Gambar tersebut bukan hanya sebuah dokumentasi, melainkan pengingat akan bahaya di balik euforia suporter. Persebaya Surabaya memang menang 2-0 atas PSIS Semarang, tapi tragedi itu membekas lebih dalam di hati banyak orang.

Dalam bahasa Jawa, istilah "munjung" digunakan untuk menggambarkan truk yang penuh sesak layaknya gunungan. Sholihuddin menyaksikan sendiri bagaimana situasi tersebut berujung pada insiden memilukan.

Tragedi tersebut menjadi sorotan malam itu dan membayangi kemenangan Persebaya Surabaya. Kesedihan menyelimuti suporter yang menjadi saksi atas peristiwa menggemparkan ini.

Penghargaan yang diterima Sholihuddin bukan hanya pengakuan atas keahlian fotografinya. Foto itu menjadi simbol perjuangan dan risiko yang dihadapi suporter demi mendukung tim kesayangan mereka.

Namun, di balik penghargaan tersebut, ada cerita tentang pentingnya keselamatan di dalam euforia. Euforia yang seharusnya menjadi kebahagiaan bisa menjadi malapetaka jika tidak diantisipasi dengan hati-hati.

Kisah ini menjadi pengingat penting tentang keselamatan dalam mendukung tim sepak bola. Semangat boleh membara, tapi kewaspadaan tak boleh diabaikan.

Kini, hampir 30 tahun berlalu, kenangan itu tetap hidup di benak suporter Persebaya Surabaya. Foto ikonik tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang rivalitas Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang.

Pada pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Persebaya Surabaya akan kembali menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga ini menjadi momen nostalgia sekaligus harapan Green Force untuk merebut kembali puncak klasemen.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore