Cyrus Margono saat memperkuat tim Super League 2 Yunani. (Instagaram Cyrus Margono)
JawaPos.com - Timnas Indonesia telah mengumumkan 27 nama pemain untuk menjalani laga penting melawan Australia dan Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tidak banyak perombakan, termasuk posisi penjaga gawang.
Tercatat 18 pemain diaspora ikut serta dalam daftar pemain ini. Patrick Kluivert tak terlalu melakukan perombakan di tubuh skuad Garuda. Bahkan, mayoritas pemain adalah bekas anak asuh dari Shin Tae-yong.
Hanya ada dua nama baru yang dipanggil oleh Patrick Kluivert untuk menghuni skuad Indonesia, yaitu Ole Romeny yang baru saja diresmikan menjadi WNI, serta Septian Bagaskara sebagai pemain paling baru di antara pemain lainnya.
Patrick Kluivert tak melakukan perombakan pada posisi penjaga gawang yang sebelumnya sudah diisi Maarten Paes, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata. Meskipun begitu, terdapat kiper Indonesia yang bermain di luar negeri, yaitu Cyrus Margono.
Cyrus Margono adalah sosok kiper muda yang dipunya Indonesia. Usianya yang masih menginjak 23 tahun saat ini bermain untuk klub Superliga Kosovo, KF Dukagjini.
Cyrus Margono sejak awal Februari 2025 sudah menjadi bagian dari klub yang berada di Kosovo ini dan telah tampil sebanyak 6 pertandingan bersama KF Dukagjini musim ini. Dari 6 laga itu, Cyrus melakukan 5 laga di Superliga Kosovo dan 1 pertandingan di turnamen Piala Kosovo.
Sejak awal kedatangannya, ia selalu menjadi andalan bagi tim yang terbentuk pada 1958 silam tersebut. Dirinya menggusur kiper senior Altik Muhaxhiri (33) di posisi utama penjaga gawang. Musim ini, dalam 6 pertandingan yang dilakoni Cyrus Margono, ia telah melakukan 2 cleansheet serta baru kebobolan 3 gol di Superliga Kosovo.
Dilansir dari Hazelnation, Minggu (9/3), Cyrus Margono tampil baik pada laga terakhir melawan FC Malisheva yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan KF Dukagjini. Penampilan baiknya itu berawal dari 5 kali penyelamatan dan nir-bobol dalam 95 menit laga itu berlangsung.
Hingga saat ini, Cyrus Margono telah menampilkan menit bermain selama 570 menit bersama klub yang ia bela. Cyrus membawa KF Dukagjini saat ini berada di posisi 7 dengan 28 poin, selisih 2 poin dari zona degradasi.
Sayang, penampilan impresifnya sejauh ini belum mendapat lirikan dari Timnas Indonesia. Patrick Kluivert masih mengandalkan 3 kiper lama yang sudah bersama timnas sejak era sebelumnya.
Entah belum mendapat panggilan karena belum masuk radar pemantauan atau masih belum sesuai kriteria dari pelatih timnas saat ini. Jika melihat dari pengalamannya, Cyrus Margono masih dapat dibilang jauh di bawah Maarten Paes.
Bergabung ke Superliga Kosovo adalah musim keduanya membela klub profesional. Sebelumnya, Cyrus Margono merupakan bagian dari klub Superliga 2 Yunani bersama Panathinaikos B.
Masa depan dari Cyrus masih sangat panjang jika melihat usianya saat ini. Kontrak pemain berpaspor ganda ini tercatat akan bertahan hingga Juni 2025 atau akhir musim Superliga Kosovo.
Bukan tidak mungkin Patrick Kluivert serta jajaran kepelatihan Timnas Indonesia akan memanggilnya lain waktu, karena pelatih memiliki penilaian tersendiri. Tugas dari Cyrus Margono adalah meningkatkan performa dan pengalamannya saat ini.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
