Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 21.21 WIB

Pengorbanan Tanpa Batas! Mengenang Momen Tragis Anang Ma'ruf Rela Patah Tangan Demi Persebaya Surabaya

Kisah perjuangan dan dedikasi Anang Ma’ruf demi membela Persebaya Surabaya di Liga Indonesia. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos) - Image

Kisah perjuangan dan dedikasi Anang Ma’ruf demi membela Persebaya Surabaya di Liga Indonesia. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)

JawaPos.com — Rabu, 11 November 2009, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Persebaya Surabaya dan pendukung setianya. Dalam laga tandang melawan Persitara Jakarta Utara, salah satu pilar andalan Green Force harus merasakan penderitaan yang luar biasa.

Anang Ma’ruf, bek tangguh yang selalu tampil penuh determinasi, mengalami cedera horor di tengah perjuangan membela Persebaya Surabaya. Tangan kanannya patah setelah dilanggar dengan keras oleh pemain Persitara, Sutikno, pada menit ke-59.

Benturan yang terjadi begitu keras hingga memaksa wasit mengeluarkan kartu merah untuk Sutikno. Namun, bagi Persebaya Surabaya, insiden itu menjadi harga mahal atas kemenangan yang diraih dalam pertandingan tersebut.

Manajer Persebaya Surabaya saat itu, Saleh Mukadar, mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap kondisi sang pemain. Ia menyebut kemenangan 2-1 atas Persitara terasa sangat menyakitkan karena harus kehilangan salah satu pemain kunci.

"Ini adalah kemenangan yang mahal. Anang mengalami patah tangan. Kondisi ini jelas sangat merugikan kami," kata Saleh Mukadar dikutip dari Antara.

Dua gol kemenangan Persebaya Surabaya dicetak oleh Ngon A Jam pada menit keenam dan Andi Odang di menit ke-39. Namun, sorak sorai kemenangan terasa hambar karena duka yang menyelimuti tim akibat cedera parah yang menimpa Anang.

Dokter tim Persebaya Surabaya, Herri Siswanto, segera memberikan penanganan pertama kepada sang pemain. Dari pemeriksaan awal, ia mengonfirmasi Anang mengalami dislokasi sendi siku kanan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita lihat dulu hasil ronsen. Melihat kondisi ini Anang perlu istirahat minimal enam pekan bahkan bisa lebih panjang lagi," katanya kala itu.

Tim medis langsung membawa Anang ke Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan intensif. Hasil rontgen yang dilakukan kemudian mengonfirmasi cedera yang dialami cukup parah dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.

Cedera tersebut membuat Anang harus menepi dari lapangan hijau setidaknya selama enam pekan. Bahkan, ada kemungkinan proses penyembuhannya akan lebih panjang tergantung pada perkembangan kondisinya.

Situasi ini menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang saat itu tengah berjuang di kompetisi. Anang merupakan pemain yang sangat diandalkan di lini belakang karena pengalaman dan ketangguhannya dalam bertahan.

Para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek dan Bonita, langsung menunjukkan dukungan penuh kepada sang pemain, agar kondisi Anang segera pulih dan kembali merumput.

Dedikasi yang ditunjukkan oleh Anang Ma’ruf dalam laga itu benar-benar mencerminkan semangat juang Persebaya Surabaya. Meski harus menanggung rasa sakit luar biasa, ia tetap menunjukkan profesionalisme yang luar biasa sebagai pesepak bola.

Cedera horor ini menjadi pengingat sepak bola bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan. Ada pengorbanan besar di balik perjuangan setiap pemain yang bertarung di lapangan demi lambang di dada.

Banyak yang menganggap Anang sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya. Kiprahnya di dunia sepak bola sudah tak diragukan lagi, baik di level klub maupun saat membela Timnas Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore