Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 15.19 WIB

Saran Eks Striker Persebaya Surabaya, Kurniawan Dwi Yulianto kepada Pemain Muda: Jauhi Medsos, Keluarlah dari Zona Nyaman!

Asisten Pelatih Indra Sjafri, Kurniawan Dwi Yulianto menilai pemain menjauhi medsos itu penting agar bisa fokus bermain sepak bola. (Antara)


JawaPos.com - Para pemain muda di negara manapun bisa dikatakan memiliki tugas berat, termasuk di Indonesia. Pasalnya, mereka adalah fondasi persepakbolaan negaranya. 

Jika mereka mampu bersinar apalagi bagi negara, maka kedepannya mereka akan bisa membawa tim nasional level senior berprestasi, asalkan tetap konsisten.

Untuk mencapainya, pembinaan sepak bola sejak usia dini sangat diperlukan, tidak hanya dalam aspek teknik sepak bola, tetapi juga mentalitasnya. 

Dalam sebuah wawancara, legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menilai salah satu hal yang bisa diterapkan untuk melatih mentalitas pemain muda adalah menjauhi media sosial.

Ia mencontohkan di luar negeri, para pemain muda bahkan rela tidak bermain medsos demi fokus pada karir kedepannya sebagai pemain sepak bola.

"Saya setuju jika pemain itu jauh dari medsos. Saya ambil contoh dari Como (saat melatih tim junior), saya pernah cek medsos para pemain junior ternyata postingan medsos mereka kosong. Pernah saya tanya kenapa nggak main medsos, mereka rata-rata menjawab 'agar saya bisa fokus berkarir di sepak bola, karena saya nggak mau sia-sia bermain sejak usia 8 tahun tapi nanti di usia 18-19 tidak mendapat kontrak profesional'. Mereka sudah ada pemikiran seperti itu padahal masih di usia junior," ungkap Kurniawan dalam podcast di akun YouTube Asumsi.

Mantan pemain Persebaya Surabaya itu justru mengimbau para pemain muda memacu diri untuk menjadi pesepak bola yang profesional dengan keluar dari zona nyaman.

"Sebenarnya nggak salah juga kalau masih ada pemain yang cukup sering main medsos, tapi kalau menurut saya, lebih baik kalau kamu memang mau menjadi pemain sepak bola profesional, fokuslah untuk push diri kamu hingga level terbaikmu, bahkan keluarlah dari zona nyamanmu," tukasnya.

Kurniawan juga menilai menjauhi medsos bagi pemain muda akan sangat bermanfaat, antara lain mentalitas menjadi tidak terganggu.

"Nah biar bisa fokus, menjauhi medsos itu perlu karena saya yakin walaupun ada pemain bilang di mulut nggak akan terpengaruh oleh medsos, tapi pasti di dalam diri sedikit banyak akan ikut terpengaruh, apalagi sampai meladeni netizen, bagi saya itu buat apa, malah sia-sia," imbuhnya lagi.

Menjadi pesepakbola di era serba modern seperti saat ini memang ujiannya lebih besar, mulai dari gangguan medsos hingga tuntutan para fans. 

Ujian seperti itulah yang patut diantisipasi para pemain, apalagi para pemain muda yang sudah mendapat kontrak profesional di klub. Kurniawan pun memberi tips agar para pemain muda yang sudah dikontrak oleh klub bisa terus berproses menuju level terbaiknya.

"Pemain harus bisa membedakan apakah dirinya termasuk profesional sejati atau hobi yang dibayar. Kalau hobi yang dibayar ya kamu jadi pemain bola karena senang, kemudian dibayar, udah cukup gitu aja. Tapi kalau profesional sejati ya jadilah pemain yang mempush ke level terbaik, apalagi kalau kamu dibayar dengan mahal, maka kamu bisa lakukan hal-hal untuk meningkatkan levelmu, misalnya bayar personal trainer dalam segala hal, ahli gizi, karena itu kan investasi untuk kamu sendiri agar kamu bisa konsisten dalam level terbaikmu," tutur mantan pemain PSM Makassar ini.

Pria yang dulu dijuluki Si Kurus saat masih aktif bermain ini juga menyoroti sulitnya pemain lokal menyamai level para pemain asing dan juga pemain naturalisasi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore