Paul Munster rawan dipecat usai alami empat kekalahan beruntun bersama Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kondisi Persebaya Surabaya tengah menjadi sorotan di awal putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tim kebanggaan Bonek ini belum mampu keluar dari tren negatif setelah mengalami empat kekalahan beruntun.
Rentetan hasil buruk ini dimulai sejak pekan ke-17 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dalam kurun waktu tersebut, Persebaya Surabaya secara berturut-turut harus mengakui keunggulan Bali United, PSS Sleman, Malut United, dan Barito Putera.
Penurunan performa ini menjadi kontras dengan pencapaian Persebaya Surabaya di putaran pertama yang sempat menjadi salah satu tim terkuat. Krisis ini membuat posisi Paul Munster sebagai pelatih mulai digoyang.
Kemarahan datang dari berbagai arah, termasuk dari manajemen tim. Bos Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, bahkan secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa dan marah terhadap situasi yang terjadi.
Di sisi lain, Bonek sebagai pendukung setia juga mulai meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Banyak dari mereka menyerukan perubahan besar di kursi kepelatihan demi menyelamatkan musim ini.
Lewat Instagram resmi @officialpersebaya, sejumlah Bonek secara terang-terangan meminta Paul Munster segera mundur. Beberapa bahkan sudah menyebut nama-nama calon pengganti yang dianggap layak.
"Tolong, pertimbangkan nama Pieter Huistra, sbg The New Head Coach. Filosofi bermainnya .. saya pikir cocok dg Persebaya. Kami kangen dg PERSEBAYA yg main cantik, dan juga tidak lupa u Menang," ujar salah satu Bonek.
"Thomas Doll in , PM out," ujar Bonek lainnya.
"Thomas doll in," komentar Bonek lainnya.
Nama Pieter Huistra dan Thomas Doll menjadi sosok yang paling banyak disebut oleh Bonek sebagai pengganti ideal. Kedua pelatih asal Eropa itu dianggap mampu membawa filosofi bermain yang sesuai dengan karakter Persebaya Surabaya.
Pieter Huistra adalah mantan pelatih Borneo FC asal Belanda yang baru saja dilepas di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ia dikenal dengan gaya permainan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola yang rapi.
Sementara itu, Thomas Doll merupakan pelatih asal Jerman yang sempat menangani Persija Jakarta selama dua musim. Ia dikenal dengan pendekatan taktik yang kuat serta selera tinggi terhadap pemain berkualitas Eropa.
Komentar-komentar Bonek di media sosial semakin menguatkan desakan untuk perubahan. Beberapa menyebut Pieter Huistra memiliki filosofi bermain yang cocok untuk Persebaya Surabaya, sementara Thomas Doll dianggap mampu menghadirkan kemenangan konsisten.
Namun, mendatangkan Thomas Doll tentu bukan perkara mudah bagi manajemen Persebaya Surabaya. Selera pemain Eropa dari eks pelatih Borussia Dortmund ini membutuhkan anggaran besar.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
