
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat mencoba Face Recognition Garuda.id usai meninjau Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
JawaPos.Com - Tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba saja Media Italia Tuttosport memberitakan sesuatu hal yang mengagetkan jagat sepak bola Indonesia. Bagaimana tidak, media tersebut menuliskan bahwa Ketum PSSI Erick Thohir ingin mengganti pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong dengan pelatih asal Eropa.
Alasannya karena eks pelatih Timnas Korsel itu hanya fokus pada fisik dan stamina, sehingga dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan tim.
“Untuk meningkatkan kualitas lebih jauh, ada pertimbangan untuk mengganti pelatih. Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, dianggap terlalu fokus pada aspek fisik dan stamina, sehingga dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan tim,” tulis Tuttosport, Kamis (2/1).
Selain itu, Tuttosport menambahkan bahwa pelatih Eropa memungkinkan untuk menjadI juru latih Timnas Indonesia dan sudah siap memimpin tim ketika melawan Australia dan Bahrain pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Oleh karena itu, pelatih baru kemungkinan berasal dari Eropa dan diharapkan sudah siap memimpin tim untuk menghadapi pertandingan melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025,” imbuh media itu.
Melihat kabar tersebut, hal ini bisa menjadi kerikil sandungan bagi persiapan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Khususnya bagi Shin Tae-yong yang dimana setelah berakhirnya Piala AFF 2024 yang berakhir dengan hasil buruk.
STY seakan-akan digoyang dari kursi pelatih Timnas Indonesia. Namun apabila kita menilik ke belakang, sudah ada banyak isu nama-nama calon pelatih pengganti Shin Tae-yong yang muncul. Salah satunya adalah mantan pemain eks Barcelona dan Arsenal yang telah menjadi berpengalaman menjadi pelatih klub Eropa yakni Giovanni van Bronckhrost.
Melansir dari TikTok @ revisiterakhir_, pelatih keturunan Indonesia berkebangsaan Belanda tersebut dirasa cocok untuk melatih Jay Idzes dkk. Hal tersebut karena pelatih tersebut tidak akan terkendala bahasa dengan pemain Timnas Indonesia, khususnya pemain keturunan.
Tentunya dengan Bahasa Belanda dan Inggris bakal memudahkan komunikasi dengan para pemain Timnas Indonesia. Pelatih yang saat ini berusia 49 tahun menurut situs transfermarkt, dirinya juga mempunya lisensi Pelatih UEFA Pro.
