Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena (kiri) dan kapten tim Rizky Ridho (kanan). (Dok: Persija)
JawaPos.com - Kelompok suporter Jakmania berharap lini pertahanan Persija Jakarta tetap kukuh melawan Bali United FC, meski tak ada sosok Ondrej Kudela. Rizky Ridho Ramadhani, kapten Macan Kemayoran, diharapkan dapat tampil lebih tangguh lagi.
Persija Jakarta dipastikan pincang saat menghadapi Bali United FC pada pertandingan pekan ke-15 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Macan Kemayoran harus kehilangan empat pilar andalannya dalam duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Minggu (15/12) malam nanti.
Mereka yang absen adalah Dony Tri Pamungkas, Muhammad Ferarri, Rayhan Hannan, dan Ondrej Kudela. Tiga nama awal sudah tak bisa tampil sejak akhir bulan karena membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.
Sementara Kudela terpaksa absen karena terkena sanksi larangan bermain akibar kartu merah. Bek asal Republik Ceko itu mendapatkan kartu merah langsung saat Persija Jakarta menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (10/12).
Kudy, sapaan akrab Ondrej Kudela, diusir wasit pertandingan karena melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Borneo FC, Kei Hirose di depan kotak penalti. Dia terpaksa melakukannya usai telat mengantisipasi umpan dari Maciej Gajos.
Awalnya Kudela hanya mendapatkan kartu kuning karena pelanggarannya itu. Tapi, wasit melakukan pengecekan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), dan Kudy dianggap sebagai orang terakhir lalu menjegalnya sehingga dihadiahi kartu merah.
Sesuai regulasi Liga 1 Indonesia 2024/2025 setiap pemain yang mendapatkan kartu merah langsung berarti mendapatkan larangan bertanding satu pertanidngan. Kudela pun tak bisa main untuk Persija melawan Bali United FC.
Bagi Persija, itu jelas jadi sebuah kerugian. Apalagi, lawan berikutnya adalah Bali United FC, tim pemilik dua gelar Liga 1. Apalagi, lawannya punya penyerang asing yang cukup berbahaya, yakni Everton Nascimento de Mendonça.
Jakmania menilai penyerang asal Brasil itu bisa jadi pemain kunci Bali United FC saat menghadapi Persija Jakarta. Everton diyakini bakal memanfaatkan absennya Kudela di jantung pertahanan Macan Kemayoran.
"Kehilangan Kudy akibat kartu merah di pertandingan terakhir tentu akan dimalsinalkan oleh Bali United untuk menjebol gawang Andirtany (Ardhiyasa, kiper Persija)," tulis The Jakmania dalam akun Instagram resminya.
"Untuk itu, Everton sebagai tumpuan lini depan dengan 4 gol dan 2 assist tentu menjadi salah satu ancaman bagi lini belakang Persija yang sementara ditinggal Kudela," tambah akun @InfokomJakmania.
Saat ini Everton memang menjadi salah satu pemain andalan dan top skor Bali United FC. Dia adalah mesin gol Serdadu Tridatu selain Privat Mbarga di lini depan.
Karena itu, Jakmania berharap ketidakhadiran Kudela bisa ditambal dengan baik oleh siapapun yang menggantikannya. Selain itu, dia merasa laga malam nanti jadi momen tepat untuk Rizky Ridho semakin membuktikan kualitasnya sebagai bek terbaik di Liga 1.
"Namun ketidakhadiran Kudela tentu akan memacu kapten tim Rizky Ridho untuk tampil lebih terbuka di tengah jantung pertahanan," terang Jakmania.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
