Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2024 | 21.45 WIB

Postur Ernando Ari Dipertanyakan: Benarkah Kiper Utama Persebaya Surabaya Terlalu Pendek untuk Timnas Indonesia?

Ernando Ari jadi kiper andalan di Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia era sepak bola sekarang. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Ernando Ari menjadi salah satu kiper terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Namun, tinggi badannya yang hanya 1,8 meter kerap menjadi bahan perdebatan, terutama untuk level internasional.

Sebagai kiper utama Persebaya Surabaya, Ernando telah menunjukkan performa luar biasa. Ia juga dipercaya menjadi pilihan utama Timnas Indonesia sebelum kedatangan Maarten Paes.

Tinggi badan memang menjadi salah satu aspek penting bagi seorang kiper modern. Di sisi lain, pelatih kiper Timnas Indonesia, Kim Bong-soo, menilai postur tidak selalu menjadi penentu kualitas penjaga gawang.

Menurut Kim, banyak kiper bertubuh kecil yang mampu tampil baik, bahkan di level kompetisi yang lebih tinggi. Ia mencontohkan situasi di Korea Selatan, di mana banyak kiper sukses meski memiliki postur kurang ideal.

“Di Korea juga, ada banyak pemain (kiper) bertubuh kecil yang cukup sukses. Di Indonesia pun begitu, meskipun kiper di sini banyak yang bertubuh kecil, mereka cukup berani dalam menguasai bola,” ujar Kim Bong-soo, dikutip dari Youtube Timnas Indonesia.

Ernando kerap dibandingkan dengan kiper lain di Timnas Indonesia, seperti Adi Satryo dan Nadeo Argawinata. Adi Satryo, yang memiliki tinggi 1,79 meter, juga sering menjadi pilihan di bawah mistar meski lebih pendek dari Ernando.

Sebaliknya, Nadeo Argawinata memiliki postur ideal dengan tinggi 1,87 meter. Meski begitu, Nadeo kalah bersaing dengan Ernando dan Adi dalam beberapa kesempatan penting.

Kim Bong-soo menegaskan kemampuan teknis dan mental seorang kiper lebih penting daripada ukuran tubuhnya. Ia menyebut Ernando sebagai contoh kiper yang memiliki keberanian tinggi dalam menguasai bola.

“Dari sini saya terus melatih mereka agar selalu mengetahui apa yang harus dilakukan mereka setiap 10 menit. Dengan begitu, meskipun seorang kiper bertubuh kecil, dia punya kelebihan dalam menguasai bola,” ujarnya menambahkan.

Keberanian dan kepercayaan diri menjadi kunci utama Ernando untuk menutupi kekurangan fisiknya. Hal ini terlihat dari penampilannya di Piala Asia dan Piala Asia U-23, di mana ia tampil memukau.

Menu latihan khusus juga diterapkan untuk meningkatkan kemampuan kiper-kiper Indonesia. Kim memastikan setiap kiper mengetahui tugas mereka di lapangan dalam setiap situasi pertandingan.

Kim memuji peningkatan signifikan yang ditunjukkan para kiper Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Nama-nama seperti Ernando, Adi Satryo, Nadeo, Riyandi, dan Daffa Fasya disebut sebagai bukti perkembangan tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya rasa percaya diri bagi seorang kiper. Menurut Kim, tanpa kepercayaan diri, seorang kiper tidak akan mampu tampil optimal meski memiliki postur ideal.

"Jika mereka percaya diri, saya yakin mereka bisa melakukannya. Sebagai contoh, di Piala Asia atau Piala Asia U-23, saya pikir Ernando dan Adi Satryo sudah tampil sangat baik," ujar Kim Bong-soo.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore