
Rizky Ridho berpotensi gantikan Mees Hilgers. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Bakat besar Rizky Ridho bersanding dengan jiwa kepemimpinan membuatnya selalu dipercaya menjadi kapten sejak di SSB. Sangat pantas bermain di luar negeri, tapi sahabat dan eks pelatih mengingatkan agar memilih klub yang bisa memberi dia menit bermain.
BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Surabaya
---
EMPAT tahun lalu, Rizky Ridho masih mengetuk banyak pintu di Surabaya untuk mengantarkan ayam potong. Dalam sehari pernah sampai 25 ekor yang dia antar ke berbagai alamat di ibu kota Jawa Timur itu.
”Lumayan capek sih, tapi nggak masalah,” kata Ridho kepada Jawa Pos pada 17 Mei 2020.
Pandemi Covid-19 menghantam dan kompetisi harus dihentikan ketika itu. Untuk mengisi kekosongan, pemain berposisi bek tengah tersebut membantu usaha ayam potong kakak sepupunya, Abdul Yusuf Faisal.
Tugasnya mempromosikan ayam potong di akun Instagram-nya yang kala itu masih memiliki sekitar 36 ribu follower. ”Kalau ada orderan, Ridho sendiri yang mengirim ke pelanggan,” tutur Suyoto, ayah bek Persija Jakarta tersebut, saat dihubungi Jawa Pos kemarin (20/11).
Kini, empat tahun berselang, Ridho berada di titik yang mungkin diimpikan banyak koleganya: kapten di salah satu klub terbesar di tanah air dan pilihan reguler di tim nasional (timnas). Kemenangan 2-0 skuad Garuda atas Arab Saudi dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (19/11) malam adalah testimoni terbaru kematangannya sebagai bek.
Titik tinggi yang diraih lewat perjalanan panjang penuh kegigihan dan komitmen. Dan, di usia yang baru 23 tahun tepat di hari ini, masih bisa lebih tinggi pula yang bisa diraih jebolan El Faza, klub internal Persebaya Surabaya, tersebut.
Jiwa Kepemimpinan Ridho natural born leader. Suyoto mengenang bagaimana sang anak selalu dipercaya menjadi kapten sejak masih di sekolah sepak bola (SSB).
Anak kedua dari tiga bersaudara itu mulai meniti jalan sepak bola di SSB Simo Putra, Surabaya, ketika usianya masih 9 tahun. Tiga tahun berselang, dia bergabung dengan El Faza.
Di klub tersebut, baik di tim U-15, U-17, maupun U-20, ban kapten tak pernah lepas dari lengannya. Sebagai sesama bek, Mat Halil, mantan penggawa Persebaya sekaligus pemilik El Faza, menyebut Ridho sudah menunjukkan bakat besar di lini pertahanan sedari belia.
”Reading the game-nya sangat bagus. Cara intersep, delay bola, dan membagi bola juga sangat bagus. Bola atas pun selalu unggul,” katanya.
Kemampuan itu, lanjut Halil, didukung dengan banyak faktor eksternal. Kepemimpinan salah satunya. ”Biasanya, ada pemain yang secara performa bagus, tapi attitude-nya kurang. Ridho ini berbeda, sangat sopan, sangat disiplin, dan tidak pernah telat latihan,” bebernya.
Dari El Faza, Ridho sempat membela Persikoba Batu di Piala Soeratin 2018. Dia harus pergi pulang dari Surabaya–Batu naik bus umum. Dengan uang saku hanya Rp 100 ribu per pekan, dia harus menomboki biaya perjalanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
