Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Oktober 2024 | 17.18 WIB

Drama VAR: PSM Makassar Tahan Imbang Persebaya, Pelatih Bawa Laptop Buktikan Keputusan Wasit Buruk!

Bernardo Tavares (kiri) menunjukkan video kepemimpinan wasit saat PSM Makassar bermain imbang 1-1 kontra Persebaya Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan PSM Makassar berakhir imbang tanpa gol. Meskipun Persebaya Surabaya mendominasi babak kedua, tidak ada satu pun gol yang tercipta hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mencoba meningkatkan daya serang dengan memasukkan Flavio Silva di babak kedua. Flavio menggantikan Rizky Dwi untuk memperkuat lini depan Green Force.

Salah satu peluang emas Persebaya Surabaya tercipta pada menit ke-63, ketika Bruno Moreira mengirim umpan silang dari sisi kiri. Kasim Botan yang berada di depan mulut gawang gagal memanfaatkan peluang karena tendangannya membentur tiang.

Tekanan dari Persebaya Surabaya terus berlanjut di lini pertahanan Juku Eja. Pada menit ke-78, giliran Gilson Costa memberikan umpan terobosan kepada Flavio Silva, yang kemudian berhadapan langsung dengan kiper PSM, Hilmansyah.

Flavio mencoba men-chip bola melewati Hilmansyah, namun sayangnya tendangan tersebut masih melebar tipis dari gawang. Hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, Green Force tetap belum mampu meraih gol.

Pada menit ke-87, Persebaya Surabaya berhasil mencetak gol melalui Flavio Silva, tetapi gol tersebut dianulir oleh wasit setelah pengecekan VAR. Flavio dianggap berada dalam posisi offside saat menerima bola.

Keputusan wasit tersebut mendapat reaksi keras dari Bernardo Tavares, pelatih PSM Makassar. Dia bahkan membawa laptop ke konferensi pers untuk membuktikan kualitas kepemimpinan wasit dalam laga tersebut sangat buruk.

Bernardo menyoroti keputusan wasit yang menurutnya tidak adil dan berpotensi merugikan timnya. “Kami bermain 9 pertandingan, dan lihat berapa kali kami mendapat penalti? Jika kami mendapat penalti, itu seperti keajaiban,” ujarnya dengan nada kecewa dalam sesi konferensi pers pasca laga.

Dia juga mengkritik kualitas perangkat VAR yang digunakan dalam pertandingan tersebut. “Saya tahu mereka membawa orang dari Jepang dan India untuk mengawasi, tapi apakah mereka benar-benar tahu apa yang mereka lakukan?” katanya.

Bernardo merasa sistem VAR yang ada justru sering kali membuat keputusan kontroversial yang merugikan tim. Dia menegaskan sebagai pelatih, dirinya siap menerima konsekuensi jika melakukan kesalahan, tetapi dia juga meminta agar para wasit dievaluasi dengan cara yang sama.

“Kami semua bisa membuat kesalahan, pemain, pelatih, bahkan wasit. Tapi, kalau wasit terus membuat kesalahan, seharusnya mereka juga diganti atau diberi kesempatan untuk belajar,” tambah Bernardo.

Menurutnya, ada beberapa momen penting dalam pertandingan yang tidak diputuskan dengan benar oleh wasit, termasuk potensi penalti yang tidak diberikan kepada PSM. “Kalau kami mendapat penalti, mungkin hasilnya akan berbeda,” katanya lagi.

Bernardo juga menekankan dalam sepak bola, keputusan wasit bisa sangat menentukan hasil pertandingan. Pelatih asal Portugal itu berharap agar wasit lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang bisa memengaruhi hasil pertandingan.

Pelatih berusia 44 tahun ini merasa frustrasi dengan keadaan ini, dan menyebut kejadian serupa sudah terjadi dalam beberapa pertandingan sebelumnya. “Satu pertandingan, dua pertandingan, lima pertandingan—terus menerus seperti ini,” keluhnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore