Persebaya Surabaya kurang tajam dalam penyelesaian akhir kontra Persib Bandung. Apakah saatnya mencari amunisi anyar? (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kekalahan 0-2 dari Persib Bandung membuat Persebaya Surabaya harus mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka di Liga 1 2024/2025. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, tim asuhan Paul Munster tidak mampu mencetak satu gol pun meski sudah melakukan beberapa percobaan ke gawang lawan.
Di babak kedua, setelah tertinggal 0-1, Persebaya Surabaya mencoba bangkit dan lebih agresif dalam menyerang. Namun, berbagai peluang yang diciptakan oleh Flavio Silva dan Francisco Rivera tak mampu menembus solidnya pertahanan Persib.
Flavio Silva, yang menjadi ujung tombak serangan Persebaya Surabaya, sempat dua kali mengancam gawang Persib Bandung. Salah satu peluangnya pada menit ke-53 hampir membuahkan gol, namun sepakannya hanya melebar tipis dari sisi gawang yang dijaga oleh Kevin Mendoza.
Sepuluh menit kemudian, Flavio kembali beraksi dengan sundulan tajam yang sayangnya masih bisa diantisipasi oleh Mendoza. Keasyikan menyerang, Persebaya Surabaya justru kebobolan gol kedua melalui aksi Ciro Alves pada menit ke-71 yang memperlebar jarak menjadi 2-0.
Setelah gol tersebut, Paul Munster mencoba merespons dengan memasukkan Andre Oktaviansyah dan Kasim Botan untuk menambah daya gedor serangan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, Persebaya Surabaya tak mampu mengurangi defisit gol dan harus pulang dengan tangan hampa dari Bandung.
Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi besar bagi Paul Munster dan jajaran pelatih Persebaya Surabaya. Mereka perlu memikirkan langkah apa yang harus diambil untuk meningkatkan performa tim, terutama dalam hal penyelesaian akhir.
Persebaya Surabaya sebenarnya punya lini serang yang berpotensi mengancam dengan kehadiran Flavio Silva dan Bruno Moreira. Namun, dalam beberapa pertandingan, efektivitas mereka dalam mencetak gol belum maksimal.
Kekalahan dari Persib membuka pertanyaan apakah Persebaya Surabaya akan menambah amunisi baru di paruh kedua musim untuk memperkuat skuad. Saat ini, komposisi pemain pengganti yang dimiliki Persebaya Surabaya masih menunjukkan inkonsistensi dalam kontribusi mereka.
GRAFIS SUBS
Salah satu pemain yang sering dijadikan pengganti adalah Kasim Botan, seorang winger berusia 27 tahun yang telah tampil dalam 7 pertandingan. Meski belum mencetak gol, Kasim telah menyumbang dua assist, namun menit bermainnya yang masih minim, yakni 192 menit, membuat kontribusinya belum maksimal.
Riswan Lauhin, bek tengah berusia 26 tahun, juga sering masuk sebagai pemain pengganti di lini pertahanan. Namun, dari 61 menit bermain dalam empat pertandingan, dia belum mampu menunjukkan performa yang konsisten.
Di lini tengah, Andre Oktaviansyah yang baru berusia 21 tahun sering diandalkan sebagai pemain pengganti. Namun, dia juga masih belum mampu memberikan dampak yang signifikan, terlebih setelah mendapatkan kartu merah dalam salah satu penampilannya.
Rizky Dwi, penyerang berusia 25 tahun, baru bermain dalam dua pertandingan dengan total menit bermain hanya 31 menit. Peran Rizky di lini depan belum begitu menonjol, sehingga kehadirannya di lapangan belum memberikan perbedaan yang besar.
Melihat kondisi ini, Bonek tentu berharap Persebaya Surabaya dapat menambah kekuatan baru di bursa transfer paruh kedua Liga 1 2024/2025. Penambahan pemain dengan kualitas lebih mumpuni di beberapa sektor, terutama di lini depan dan tengah, bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah minimnya gol yang dicetak.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
