
Thomas Doll sempat berkiprah di Persija Jakarta kini kencang dirumorkan merapat ke Semen Padang di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Persija.id)
JawaPos.com — Thomas Doll, pelatih asal Jerman yang punya rekam jejak impresif di berbagai liga top Eropa, kini tengah menjadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.
Setelah Semen Padang FC resmi memecat pelatih kepala mereka, Hendri Susilo, rumor yang berkembang menyebut bahwa Thomas Doll menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan posisi tersebut.
Karier panjang Thomas Doll yang telah mencatatkan 278 kemenangan sebagai pelatih kini membuat banyak orang berspekulasi bahwa dia bisa menjadi sosok penyelamat bagi tim yang sedang terpuruk.
Karier Thomas Doll sebagai pelatih dimulai sejak 2001, saat dia dipercaya menjadi bagian dari staf kepelatihan tim U-19 Hamburg. Kesempatan besar datang pada 2004, ketika dia diangkat menjadi manajer tim utama Hamburg.
Di tahun pertamanya sebagai pelatih kepala, dia berhasil menyelamatkan Hamburg dari zona degradasi dan langsung menunjukkan performa gemilang dengan membawa klub tersebut meraih gelar Piala Intertoto.
Namun, pencapaian paling prestisius Thomas Doll bersama Hamburg adalah membawa tim tersebut finis di posisi ketiga Bundesliga, yang membuat mereka berhak tampil di Liga Champions.
Meski perjalanan di Liga Champions tidak berjalan mulus dengan hanya meraih satu kemenangan, Thomas Doll berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih dengan kemampuan taktik yang solid.
Sayangnya, setelah beberapa hasil buruk di pertengahan musim Bundesliga, Hamburg memutuskan untuk berpisah dengan Thomas Doll pada 2007.
Meski demikian, kesempatan tidak lama berselang ketika Borussia Dortmund mempercayakan kursi kepelatihan kepada Thomas Doll pada musim 2007/2008. Bersama Die Borussen, Thomas Doll hampir membawa tim tersebut meraih gelar DFB-Pokal setelah menjadi runner-up pada 2008/2009. Namun, posisi finis yang kurang memuaskan di peringkat ke-13 membuat kontraknya tidak diperpanjang, dan posisinya digantikan oleh Juergen Klopp.
Setelah hengkang dari Bundesliga, Thomas Doll mencoba peruntungannya di Liga Arab Saudi bersama Al-Hilal pada 2011. Meski sempat menunjukkan performa yang menjanjikan, masa jabatan Thomas Doll berakhir lebih cepat dari yang diharapkan pada awal 2012. Tantangan baru menantinya di Liga Hungaria, ketika dia mengambil alih kursi pelatih Ferencvaros pada Desember 2013.
Di Hungaria, Thomas Doll menemukan momentum kesuksesan kembali. Dia berhasil membawa Ferencvaros menjadi juara Liga Hungaria pada musim 2015/2016, sekaligus mempersembahkan beberapa trofi domestik lainnya, seperti Magyar Kupa (Piala Hungaria) sebanyak tiga kali (2014/2015, 2015/2016, 2016/2017), Ligakupa (Piala Liga Hungaria) 2014/2015, dan Szuperkupa (Piala Super Hungaria) pada 2015. Keberhasilan ini menempatkannya sebagai salah satu pelatih tersukses di Hungaria selama periode tersebut.
Namun, semua perjalanan ada akhirnya. Pada 2018, Thomas Doll memilih hengkang dari Hungaria dan menerima tawaran dari Hannover 96 di Bundesliga pada awal 2019. Meski harapan tinggi disematkan kepadanya, waktu kebersamaannya di klub tersebut tidak berlangsung lama. Hannover 96 memilih menggantinya pada akhir musim yang sama.
Petualangan berikutnya membawa Thomas Doll ke Liga Yunani bersama APOEL FC pada Agustus 2019. Di sini, dia sukses membawa APOEL melaju hingga babak 32 besar Liga Eropa 2019/2020. Namun, seperti kariernya di klub-klub sebelumnya, masa baktinya berakhir pada Desember 2019.
Pada April 2022, Thomas Doll memulai petualangan barunya di Asia Tenggara dengan menandatangani kontrak sebagai pelatih Persija Jakarta. Kehadiran Thomas Doll di Persija disambut hangat oleh para penggemar, dan dia pun membuktikan kualitasnya dengan membawa Macan Kemayoran meraih posisi runner-up di Liga 1 Indonesia musim 2022/2023. Di musim itu, Persija Jakarta mencatat 20 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Tidak hanya itu, di bawah komandonya, lini pertahanan Persija Jakarta menjadi salah satu yang terbaik, hanya kebobolan 27 gol sepanjang musim.
Meski musim berikutnya tidak sebaik musim pertama, di mana Persija finis di posisi 8, Thomas Doll tetap dihormati sebagai pelatih yang membawa perubahan signifikan dalam strategi permainan Persija Jakarta.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
