
Suporter timnas Indonesia saat pertandingan melawan Vietnam pada laga lanjutan grup F babak kualifikasi Piala dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
JawaPos.com – Di balik euforia keberhasilan Timnas Indonesia menahan imbang Australia, ternyata ada sejumlah masalah yang muncul di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (10/9) malam. Khususnya yang melibatkan penonton dan suporter.
Di lapangan, Timnas Indonesia mampu meraih pencapaian apik dengan memaksa Australia bermain imbang tanpa gol. Lini pertahanan Garuda bekerja keras demi mencegah kebobolan dari Socceroos pada laga kedua putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sayangnya, tak semua cerita yang ada di SUGBK pada Selasa malam itu manis. Malam itu ternyata ada 'penonton gelap' ikut menonton. Mereka yang tak memegang tiket bisa masuk ke stadion setelah memaksa dan menerobos gerbang ke area ring road.
Para penonton tak bertiket itu masuk dengan memanfaatlan celah saat petugas hendak masuk lewat gerbang B. Petugas di gerbang tersebut tak mampu menahan masifnya suporter gelap tersebut.
Mereka yang tak punya tiket pun langsung menerobos masuk melalui zona tiga pintu 8-11. Petugas dan steward yang berjaga juga gagal mencegah para penonton gelap. Mereka pun masuk ke area tribune.
Masalah lain yang melibatkan penonton di SUGBK adalah banyak orang yang punya tiket resmi, tapi tak bisa duduk. Sebab, kursi di kategori-kategori tersebut sudah terisi oleh orang tak bertanggung jawab. Permasalahan ini terlihat pada kursi venue VIP, di mana banyak yang nonton sambil berdiri.
Selain penonton gelap dan banyak penggemar bertiket tak bisa duduk, kericuhan atau gesekan antarsuporter juga terjadi di tribune yang merembet hingga ke luar stadion. Berbagai potongan video kericuhan itu tersebar di media sosial, tanpa diketahui penyebabnya.
Beruntung insiden itu tak berkepanjangan. Petugas keamanan dengan sigap langsung meredakannya dan menghentikan keributannya sebelum semakin meluas. Korban luka juga tidak ada.
Rentetan masalah itu jelas jadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh PSSI. Panitia pelaksana mesti lebih sigap dan siap lagi dalam menggelar pertandingan kandang Timnas Indonesia, khususnya terkait dengan penonton.
Arya Sinulingga selaku anggota komite eksekutif PSSI telah menyatakan bahwa federasi sudah mengidentifikasi masalah-masalah tersebut. PSSI pun sedang melakukan investigasi terhadap dugaan orang dalam yang bisa meloloskan penonton masuk tak bertiket.
Selain itu, Arya juga menyebut PSSI akan melakukan perombakan total terhadap manajemen keamanan untuk masuk ke dalam stadion. "Perubahan total manajemen keamanan masuk ke stadion akan melibatkan pihak-pihak yang sudah profesional dalam melakukan crowd management," tutur Arya.
Arya pun berjanji perusahaan crown management itu akan diterapkan pada laga kandang Timnas Indonesia berikutnya, yakni pada November mendatang saat Garuda berjumpa Jepang (15/11) dan Arab Saudi (19/11).

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
