
IMPIAN TERDALAM: Ragnar Oratmangoen ungkapkan impian terdalamnya bermain untuk Real Madrid. (Instagram Ragnar Oratmangoen)
JawaPos.com — Menjelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026, atmosfer sepak bola di Tanah Air semakin memanas. Timnas Indonesia sedang mempersiapkan diri dengan intens untuk menghadapi tantangan di kualifikasi tersebut.
Di tengah persiapan yang ketat, para pemain Timnas Indonesia mengungkapkan impian terdalam mereka sebagai pemain sepak bola profesional.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Instagram @ussfeeds, beberapa pemain kunci Timnas Indonesia membagikan pandangan mereka tentang bermain di klub terbaik dunia dan bagaimana mereka melihat masa depan karier mereka di level internasional.
Pertanyaan pertama yang diajukan kepada para pemain adalah apakah mereka akan memilih bermain di klub favorit mereka, meskipun hanya menjadi pemain cadangan. Jawaban yang diberikan menunjukkan berbagai perspektif yang menarik tentang bagaimana mereka memandang karier dan impian mereka.
Egy Maulana Vikri, salah satu bintang muda Indonesia, tidak ragu-ragu menyatakan pilihannya. "Kalau ada kemungkinan main gas, Spain, Barcelona," ujar Egy dengan penuh keyakinan.
Pemain yang sempat bermain untuk klub Slovakia, FC ViOn Zlate Moravce, menunjukkan hasratnya untuk bergabung dengan salah satu klub terbesar di dunia. Baginya, kesempatan untuk bermain di Barcelona adalah sebuah mimpi yang harus dikejar, meskipun harus memulai dari bangku cadangan.
Kiper muda berbakat, M. Riyandi, memiliki pandangan yang serupa dengan Egy. "Barcelona, gapapa kan belajar dulu nanti ada kesempatan pasti," kata Riyandi.
Bagi Riyandi, pengalaman bermain di klub besar seperti Barcelona memberikan peluang berharga untuk belajar dan berkembang. Meski harus bersabar di bangku cadangan, Riyandi yakin bahwa kesempatannya untuk tampil akan datang.
Sebaliknya, Arkhan Fikri memilih untuk lebih realistis dalam mengejar menit bermain. "Skip dulu, butuh menit bermain, pengalaman," jawabnya tegas.
Arkhan menilai bahwa mendapatkan jam terbang dan pengalaman bermain secara reguler lebih penting daripada sekadar bergabung dengan klub besar, namun hanya menjadi cadangan. Pemain muda ini menunjukkan kedewasaan dalam melihat pentingnya pengembangan karier secara bertahap.
Marc Klok, gelandang naturalisasi asal Belanda, memiliki impian besar untuk bermain di Manchester United. "Gas, Manchester United," ujar Klok dengan antusias.
Klub berjuluk Setan Merah tersebut memang menjadi impian bagi banyak pemain sepak bola di seluruh dunia. Bagi Klok, bermain di Old Trafford merupakan puncak dari karier sepak bolanya.
Wahyu Prasetyo, yang akrab disapa "Cak Wahyu" juga memilih pendekatan yang lebih pragmatis. "Skip, mungkin jam terbang lebih baik Mas, daripada jadi cadangan, camat (cadangan mati) kan," ujarnya dengan nada bersahabat.
Wahyu lebih memilih untuk mendapatkan waktu bermain yang cukup dan pengalaman berharga di lapangan daripada sekadar status di klub besar.
Ragnar Oratmangoen, pemain naturalisasi asal Belanda, juga memiliki pandangan yang menarik. "Go, buat awal aja, supaya transfer ke klub bagus. Saya bisa latihan bersama mereka, jadi lebih jago, nah setelah itu saya pindah ke klub lain, buat menunjukkan kemampuan saya. Buat sekarang saya ingin masuk Real Madrid," katanya penuh semangat.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
