
HUT PSSI: Hari ini tepat 19 April 2024 PSSI merayakan hari jadinya ke-94 tahun setelah berdiri sejak 19 April 1930. (PSSI)
HARI INI, 19 April, menjadi momen yang bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Selama 94 tahun lalu, tepatnya pada 1930, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dilahirkan di Jogjakarta. Namun, lebih dari sekadar sebuah organisasi olahraga, kelahiran PSSI mengandung makna politik yang kuat, terkait dengan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Moch. Rizky Pratama Putra, Reporter JawaPos.com
---
Awal mula berdirinya PSSI tidak lepas dari peran seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Jerman, Soeratin kembali ke Tanah Air dengan semangat nasionalisme yang membara.
Melalui pertemuan-pertemuan yang dilakukan dengan hati-hati dan rahasia, Soeratin berhasil menyatukan tokoh-tokoh sepak bola dari berbagai daerah seperti Solo, Jogjakarta, dan Bandung. Pada 19 April 1930, representatif dari berbagai bonden sepak bola berkumpul untuk membentuk PSSI.
Kemudian pada 19 April 1930, berkumpul wakil - wakil dari VIJ (Sjamsoedin - mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepak Bola Mataram (PSM) Jogjakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji.
Dari pertemuan tersebut, maka lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Dari situlah, PSSI lahir sebagai wadah bagi pemuda Indonesia untuk menyalurkan semangat nasionalisme melalui sepak bola. Soeratin dan rekan-rekannya segera menggarap program-program perjuangan untuk menentang kebijakan kolonial Belanda. Salah satu inisiatif penting adalah penyelenggaraan kompetisi sepak bola tingkat nasional seperti "Steden Tournooi" yang dimulai pada 1931 di Surakarta.
Tidak hanya menggerakkan olahraga, PSSI juga berperan dalam membangun infrastruktur sepak bola nasional. Upaya ini mendapat dukungan dari Susuhunan Paku Buwono X, yang bahkan mendirikan stadion Sriwedari pada Oktober 1933 sebagai bentuk apresiasi terhadap kebangkitan sepak bola nasional.
Namun, perjalanan PSSI tidak selalu mulus. Masuknya Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI menjadi pasif dalam berkompetisi, dijadikan sebagai bagian dari badan keolahragaan yang dibentuk Jepang. Baru setelah kemerdekaan Indonesia, PSSI kembali otonom dan aktif dalam mengembangkan sepak bola nasional.
Pasca era Soeratin, PSSI terus berkembang meskipun mengalami pasang surut. Berbagai kompetisi di tingkat nasional diperluas, termasuk divisi utama, divisi satu, divisi dua, divisi tiga, serta kompetisi kelompok umur dan futsal. PSSI juga mewadahi pertandingan-pertandingan dalam dan luar negeri, termasuk dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tidak hanya itu, PSSI juga meraih pencapaian signifikan dengan menjadi anggota FIFA sejak tahun 1952, diikuti dengan menjadi anggota AFC. Pada tahun 1953, PSSI bahkan resmi menjadi organisasi berbadan hukum, menegaskan posisinya sebagai induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita negara.
Meskipun demikian, tantangan bagi PSSI tetap ada. Prestasi timnas yang belum maksimal menjadi perhatian utama, yang tidak lepas dari kurangnya pembinaan kompetisi dan organisasi sepak bola di dalam negeri. Namun, semangat untuk terus mengembangkan sepak bola Indonesia tetap membara.
Seiring dengan merayakan hari jadinya yang ke-94, PSSI menatap masa depan dengan harapan untuk terus mengukir prestasi dan menginspirasi generasi muda Indonesia. Dengan dukungan semua pihak, sepak bola Indonesia bisa menjadi kebanggaan bangsa, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di kancah internasional.
Dengan sejarahnya yang kaya dan semangatnya yang tak pernah padam, PSSI siap menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan visi menjadi kekuatan besar dalam kancah sepak bola global. Semoga PSSI terus menjadi pelopor dan penggerak bagi perkembangan sepak bola Indonesia menuju prestasi yang gemilang. Selamat ulang tahun yang ke-94, PSSI. Semoga semakin jaya di kancah sepak bola dunia!

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
