Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 September 2022 | 18.10 WIB

Adit Bangga Bisa Buat Bangga Malang dan Surabaya

PERTAUTAN DUA KOTA: Aditya Arya Nugraha (kiri) berlatif bersama Aji Santoso kemarin (23/9). (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

PERTAUTAN DUA KOTA: Aditya Arya Nugraha (kiri) berlatif bersama Aji Santoso kemarin (23/9). (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Dari masa ke masa, Arema FC dan Persebaya sejatinya tak henti bergandengan tangan melahirkan pemain hebat. Jadi, saat keduanya bertemu pekan depan, nikmati saja adu taktik dan adu skill-nya.

---

ASALNYA dari Kota Malang. Idolanya pun kiper legendaris Arema FC Kurnia Meiga. Tapi, Aditya Arya Nugraha tak pernah mendapati itu sebagai kendala selama bergabung bersama Persebaya Surabaya.

”Semua rekan menjaga dan menerima saya dengan baik. Banyak diberi ilmu juga,” tutur kiper 18 tahun itu.

Buntutnya, performa Adit juga terus berkembang. Di kualifikasi Piala Asia U-20 pekan lalu, seiring cederanya kiper utama Cahya Supriadi, Adit terpilih menggantikan. Termasuk di ”final” melawan Vietnam yang akhirnya dimenangi Indonesia 3-2.

Di skuad timnas senior, dua bintang muda kedua tim, Rizky Ridho dan M. Rafli, juga bahu-membahu bersama para pemain lain membela Merah Putih dalam dua uji coba melawan Curacao.

Rafli menyebutkan, tiap kali Arema FC dan Persebaya bertemu, intensitasnya memang selalu tinggi. Tapi, dia memastikan itu hanya terjadi di atas lapangan dan selama 90 menit.

”Di luar itu, pemain Arema FC dan Persebaya saling berteman,” katanya.

Jadi, memang sedekat itu sejatinya relasi Arema FC dan Persebaya yang dijadwalkan berhadapan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) pekan depan. Dan, itu tak hanya terjadi sekarang. Sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Tak sedikit pemain yang turut menghadirkan prestasi bagi Green Force berasal dari Malang Raya. Begitu pula sebaliknya. Sejumlah pemain asal Surabaya dan sekitarnya –atau setidaknya dibina di kompetisi internal Persebaya– juga pernah menjadi bagian kejayaan Singo Edan.

Bahkan, ada pula yang pernah berkostum keduanya. Aji Santoso, I Putu Gede, dan Sutaji adalah beberapa di antaranya. ”Semua yang ada dalam tim adalah keluarga besar Persebaya. Kami tidak pernah memandang status dan daerah,” jelas Aji yang saat ini menangani Persebaya.

Di skuad Arema sekarang pun ada Evan Dimas Darmono, arek Suroboyo yang dibina di kompetisi internal Persebaya. Meski peluang kapten timnas Piala AFF 2020 itu untuk tampil Sabtu depan terbilang kecil karena faktor kebugaran. ”Evan Dimas saya lihat masih lemas. Itu karena dia baru pulih dari sakit tifus,” kata pelatih Arema FC Javier Roca.

Ini belum bicara relasi Malang-Surabaya di luar urusan sepak bola yang terjalin sangat erat sehari-hari. Jadi, saat kedua tim berlaga Sabtu depan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, nikmati saja pertandingannya. Adu taktik, adu skill, intensitas tinggi, tapi hanya di lapangan. Dan, hanya 90 menit. ”Sepak bola dimainkan untuk menghibur. Tidak pantas kalau sepak bola diwarnai kekerasan,” ujar Rafli.

Sembari menyaksikan laga itu nanti, selalu ingatlah pada sosok Adit yang kini tengah menapaktilasi kesuksesan Aji, Putu Gede, Sutaji, dan banyak nama hebat lain yang pernah dibesarkan dua kota besar di Jawa Timur itu. ”Surabaya sebagai kota asal Persebaya, Malang sebagai kota kelahiran saya. Alhamdulillah bisa membuat bangga dua kota itu,” kata Adit.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore