Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Oktober 2023 | 16.31 WIB

Sepak Bola Jatim Absen di PON, Karena Anggaran yang Didapat Sangat Tidak Memadai

 

Tim sepak bola Jawa Timur meraih medali perunggu di PON XX Papua 2021.

JawaPos.com Asprov PSSI Jatim harus mengambil keputusan sangat berat. Yaitu, tidak mengirim tim sepak bola ke ajang PON XXI/2024. Surat pernyataan resmi bahkan sudah dikirim langsung ke PB PON pada Senin (16/10).

Isinya, Jatim tidak mengirim tim sepak bola di PON. Kabar yang jelas mengagetkan. Jatim adalah peraih empat medali emas PON. Pada edisi terakhir, PON XX/2021, Jatim meraih medali perunggu.

Lantas, apa yang membuat tim sepak bola tidak dikirim tahun depan? Alasan paling utama adalah soal anggaran.

”Kami tidak dapat dukungan (anggaran) dari Pemprov dan KONI Jatim sesuai harapan. Untuk PON tahun depan, anggaran yang diberikan hanya 25 persen dari anggaran PON Papua 2021,” ungkap Sekretaris Asprov PSSI Jatim Djoko Tetuko kepada Jawa Pos. Jumlah itu dianggap sangat tidak masuk akal.

Djoko memberikan hitung-hitungan. Pada PON XX/2021, setiap pemain mendapat uang saku Rp 3 juta per bulan. Jumlah itu diturunkan menjadi Rp 1 juta per pemain pada PON XXI/2024.

Itu belum dipotong pajak. Pelatih juga demikian. Juru taktik mendapat uang Rp 300 juta per tahun pada PON XX/2021. Lalu diturunkan menjadi Rp 60 juta per tahun.

”Jadi, kalau dihitung-hitung, gaji pelatih ini cuma dapat Rp 5 juta per bulan. Padahal, kami kan harus mengambil pelatih dengan lisensi AFC Pro. Nggak mungkin kan kami gaji seperti pelatih tarkam?” beber Djoko.

Karena itu, Asprov PSSI Jatim tidak mau memaksakan. Jumlah anggaran yang disediakan dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan tim.

”Padahal, dengan anggaran lebih besar saat PON Papua 2021, pengurus asprov masih nombok sekitar Rp 2 miliar. Bagaimana dengan anggaran yang sekarang?” ujar Djoko.

Menurut dia, Asprov PSSI Jatim bukannya diam saja. Mereka sudah melakukan berbagai cara agar tim sepak bola tidak absen di PON XXI/2024. Ketua Umum Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh bahkan sudah berkirim surat ke Pemprov Jatim.

Termasuk kepada beberapa anggota DPRD Jatim. Tapi, sampai 9 Oktober atau H-7 bergulirnya kualifikasi sepak bola PON XXI/2024, tidak ada respons sama sekali. ”Padahal, kami butuh persiapan dan lain-lain. Karena tidak ada jalan keluar, kami mohon maaf sekali karena gagal mengirim tim sepak bola ke ajang PON,” beber Djoko.

Padahal, tim sudah akan disiapkan. Djoko menyebut beberapa pemain yang berlaga di Porprov 2023 cukup potensial. Mereka diharapkan bakal masuk skuad sepak bola untuk PON tahun depan.

”Tapi, memang sepak bola ini butuh biaya besar karena dihuni banyak pemain. Katanya (pemerintah) peduli dengan olahraga? Tapi, kenapa kesulitan kami tidak ditanggapi? Padahal, sepak bola ini olahraga paling bergengsi,” tegas Djoko.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore