
Rudi Eka Priyambada menyampaikan permohonan maaf karena anak didiknya tak berhasil meraih peringkat ketiga AFF U-19 Woman. (pssi.org)
JawaPos.com – Perebutan peringkat tiga AFF U-19 Woman yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu (15/7), berpihak pada Myanmar dengan skor 4-2.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Rudi Eka Priyambada, menyampaikan permohonan maaf karena anak didiknya tak berhasil meraih peringkat ketiga AFF U-19 Woman, terlebih setelah dibantai Thailand 1-7 pada Kamis (13/7).
"Pertama-tama kami mohon maaf, tidak bisa menjadi juara ketiga,” kata Rudi dalam keterangannya, seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Minggu (16/7).
Kendati begitu, dia tetap mengapresiasi kerja keras Awi dan kawan-kawan. Anak asuhnya sudah bekerja dengan baik, meski terbatas waktu latihan dalam mempersiapkan laga ini.
“Tapi, saya mengapresiasi para pemain yang sudah bermain sepenuh hati, bertanggung jawab, dan maksimal," tambahnya.
“Karena dengan persiapan yang tidak lama dan masa jeda satu hari kemarin. Saya kira kita sudah melakukan yang terbaik untuk pertandingan hari ini," lanjutnya lagi.
Rudy pun berharap, Garuda Pertiwi U-19 ini bisa terus melebarkan sayapnya di laga-laga lain dan mendapat dukungan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Keyakinan itu disandarkannya pada janji Erick yang akan menyamaratakan timnas putra dan putri.
“Dari event ini ada tonggak kebangkitan sepak bola wanita, dan juga mulai diperhatikan bisa melakukan TC di luar negeri atau TC jangka panjang dan yang terpenting adalah kompetisi," tandasnya.
Sementara itu, salah satu pemain timnas putri Indonesia U-19, Awi juga menyampaikan rasa bangganya kepada rekan setimnya. Menurutnya, mereka sudah bekerja dengan maksimal meski harus dibayar dengan kekalahan.
"Saya juga bangga dengan teman-teman yang sudah berjuang mati-matian. Puji Tuhan kita tidak kalah di waktu normal, namun di drama adu penalti. Mungkin karena kurang persiapan, dengan kiper dan kondisi kiper, tapi dari semuanya. Luar biasa sekali perjuangan teman-teman di pertandingan ini," terangnya.
Senada dengan sang pelatih, Awi pun berharap timnas putri Indonesia bisa berjaya layaknya timnas putra yang sudah berhasil meraih banyak prestasi.
Awi sangat ingin timnas putri bisa mejejakkan karier lebih jauh dan lebih tinggi di sepak bola Indonesia, bahkan juga internasional.
“Ya semoga ke depan ada kompetisi atau liga. Supaya bisa mendapatkan pilihan pemain yang lebih banyak, bukan hanya dari Persis saja, ini karena tak ada liga, pemain yang didapat ya dari situ-situ saja," jelasnya.
Adapun dalam pertandingan melawan Myanmar, Indonesia hanya berhasil mencetak dua gol dari tendangan Marsela Yuliana Awi pada menit ke-50 dan Claudia pada menit ke-77.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
