Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Maret 2026 | 18.58 WIB

Video Lama Pelatih Senegal Bawa Trofi AFCON ke Markas Militer Kembali Viral Usai Gelar Juara Dicabut, Begini Faktanya

Video lama perayaan Senegal juara AFCON disalahartikan sebagai aksi membawa trofi ke markas militer. (Instagram @gaindeyi) - Image

Video lama perayaan Senegal juara AFCON disalahartikan sebagai aksi membawa trofi ke markas militer. (Instagram @gaindeyi)

JawaPos.com - Kabar mengejutkan beredar luas di media sosial tentang pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, yang disebut-sebut membawa trofi Piala Afrika (AFCON) ke markas militer. Narasi ini langsung memicu spekulasi panas seolah ada konflik besar antara Senegal dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Isu tersebut semakin liar setelah sebuah video viral memperlihatkan Thiaw memegang trofi AFCON dengan pengawalan ketat dari personel militer.

Dalam video itu, suasana terlihat serius, seakan trofi tersebut sedang diamankan dari ancaman tertentu.

Unggahan akun X @topskillsportuk ikut memperkeruh suasana dengan klaim dramatis.

“BERITA TERKINI: Pelatih Senegal membawa Piala Afrika ke pangkalan militer mereka hari ini. Kini berada di tengah-tengah kamp militer mereka. Melindungi apa yang menjadi hak mereka,” tulis akun tersebut.

Narasi itu seolah menegaskan bahwa Senegal menolak menyerahkan trofi AFCON kepada pihak lain. Bahkan, muncul anggapan bahwa langkah tersebut adalah bentuk perlawanan terhadap keputusan kontroversial CAF.

Namun, fakta sebenarnya jauh berbeda dari cerita yang beredar. Video tersebut bukan kejadian baru, melainkan dokumentasi lama yang diunggah sejak 8 Februari 2026 di akun Instagram resmi federasi sepak bola Senegal @gaindeyi.

Saat pertama kali dipublikasikan, video itu hanya bagian dari perayaan kemenangan Senegal di Piala Afrika 2025. Caption sederhana “Respect 🫡.” menunjukkan momen kebanggaan, bukan aksi politis atau bentuk protes.

Sayangnya, video lama itu dipotong konteksnya dan disebarkan ulang dengan narasi yang menyesatkan. Publik pun dibuat percaya bahwa ada konflik besar yang sedang terjadi antara Senegal dan CAF.

Framing tersebut semakin kuat karena dikaitkan dengan kabar lain yang tak kalah kontroversial. Disebutkan bahwa CAF mencabut gelar juara Senegal secara sepihak dan memberikannya kepada Maroko.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore