
Joan Laporta kembali terpilih sebagai presiden Barcelona setelah menang telak atas Victor Font. Socios memilih stabilitas dan melanjutkan proyek ambisius klub. (Dok. FCB)
JawaPos.com - Joan Laporta kembali duduk di kursi presiden Barcelona. Dalam pemilihan yang digelar pada hari Minggu, ia sukses mengamankan masa jabatan ketiganya setelah meraih kemenangan meyakinkan atas pesaingnya, Victor Font.
Kampanye Laporta yang mengusung slogan “Defensem al Barça!” (Bela Barça!) terbukti sangat menggema di kalangan para socios atau anggota klub.
Pesan tentang stabilitas dan keberlanjutan proyek olahraga klub tampaknya menjadi faktor utama yang membuat mayoritas pemilih tetap percaya pada kepemimpinannya. Hasilnya pun cukup telak.
Melansir Barca Universal, Laporta mengumpulkan 32.934 suara, atau sekitar 68,18 persen dari total suara yang masuk. Sementara itu, Victor Font yang maju dengan kampanye “Sí al Futur” harus puas di posisi kedua dengan 14.385 suara, setara 29,78 persen.
Meski Font mencoba memberikan perlawanan yang lebih kuat dibandingkan pemilihan tahun 2021, hasil akhir menunjukkan bahwa mayoritas anggota klub masih lebih percaya pada arah yang sedang dibangun oleh Laporta.
Kepercayaan untuk Proyek Olahraga Saat Ini
Terpilihnya kembali Laporta secara luas dipandang sebagai bentuk dukungan besar terhadap struktur olahraga Barcelona saat ini.
Sejak menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih dan Deco sebagai direktur olahraga, klub mulai kembali menunjukkan taringnya di level tertinggi. Kebangkitan itu mencapai puncaknya musim lalu ketika Barcelona sukses meraih treble domestik, sebuah pencapaian yang mengembalikan aura dominasi mereka di sepak bola Spanyol.
Kemenangan di pemilu ini pada akhirnya juga menjadi semacam “lampu hijau” bagi proyek yang sedang berjalan. Artinya, tidak akan ada perubahan besar dalam struktur olahraga klub dalam waktu dekat.
Bayang-Bayang Messi yang Tak Lagi Menentukan
Masa jabatan kedua Laporta sebelumnya memang sempat diwarnai momen emosional ketika Lionel Messi harus meninggalkan klub. Kepergian sang legenda menjadi salah satu titik paling menyakitkan dalam sejarah modern Barcelona.
Namun sejak saat itu, Laporta perlahan berhasil menstabilkan situasi klub, baik secara struktural maupun kompetitif. Barcelona kembali kompetitif, dan rasa bangga terhadap tim mulai pulih di kalangan fans.
Menariknya, dalam pemilihan kali ini, Messi justru memilih untuk tetap netral. Ia tidak memberikan dukungan publik kepada kandidat mana pun dan juga tidak ikut memberikan suara.
Padahal, Victor Font cukup sering menekankan gagasan untuk mengembalikan nilai-nilai tradisional klub. Kampanyenya juga menyoroti pentingnya investasi lebih besar pada La Masia serta membuka peluang bagi kembalinya legenda klub seperti Messi dan Xavi Hernandez ke dalam struktur klub.
