Pelatih Chelsea Liam Rosenior. (Dok. Chelsea)
JawaPos.com - Undian babak 16 besar Liga Champions selalu menghadirkan drama tersendiri, dan kali ini Chelsea mendapat lawan yang tak main-main: Paris Saint-Germain. Alih-alih bertemu sesama tim Inggris seperti Newcastle United, The Blues justru harus menantang sang juara bertahan Ligue 1.
Bagi Liam Rosenior, hasil undian ini jelas bukan kabar yang membuatnya gentar. Justru sebaliknya.
Meski sebelumnya ada potensi duel domestik melawan Newcastle—yang bisa membuat Chelsea bertemu The Magpies tiga kali dalam waktu singkat—kenyataan bahwa mereka akan menghadapi raksasa Prancis malah disambut dengan antusiasme tinggi.
Menariknya, kedua tim sebenarnya sudah saling mengenal setelah bertemu di final Piala Dunia Antarklub pada bulan Juli lalu. Jadi, ini bukan sekadar laga besar biasa, sebab ada sentuhan rivalitas modern yang mulai terbentuk.
Melansir Sports Mole, dalam konferensi pers hari Jumat, Rosenior tidak menyembunyikan rasa antusiasnya. Ketika ditanya tentang perasaannya menghadapi juara Ligue 1, ia menjawab:
"Sangat bersemangat. PSG adalah tim yang fantastis. Tentu saja, saya memiliki pengalaman bermain melawan mereka di Prancis."
"Mereka adalah tim yang selalu saya kagumi. Saya pikir Luis [Enrique] telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana. Inilah pertandingan yang Anda nantikan. Inilah pertandingan yang membuat Anda terjun ke dunia sepak bola."
"Ini akan menjadi pertandingan hebat antara dua tim fantastis. Saya sangat, sangat menantikannya. Tetapi kami masih memiliki tiga pertandingan lagi sebelum itu yang perlu saya fokuskan."
Dari pernyataan tersebut, terlihat jelas bahwa Rosenior memandang laga ini bukan sekadar kewajiban kompetisi, melainkan momen besar yang layak dinikmati. Namun, ia tetap menjaga fokus. Tiga pertandingan di depan mata tetap jadi prioritas sebelum memikirkan duel panas kontra PSG.
Rosenior bukan sosok asing bagi PSG. Saat menangani Strasbourg selama satu setengah musim, ia beberapa kali berhadapan langsung dengan tim asuhan Luis Enrique.
Sejak awal musim 2024-25, kedua pelatih sudah bertemu tiga kali. Hasilnya cukup berimbang: masing-masing meraih satu kemenangan dan satu laga berakhir imbang.
Baca Juga:Kontra Chelsea di 16 Besar Liga Champions, Luis Enrique Tegaskan Ini Bukan Misi Balas Dendam
PSG sempat menang 4-2 di Parc des Princes pada 19 Oktober 2024. Namun Strasbourg membalas dengan kemenangan 2-1 di Stade de la Meinau. Pertemuan terakhir mereka berlangsung 17 Oktober tahun lalu, ketika Strasbourg sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya laga berakhir dramatis dengan skor 3-3 di ibu kota Prancis.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
