Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 19.59 WIB

Van Hoorenbeeck Ungkap Dinamika di Balik Peminjaman Twente dan Transfer Mees Hilgers

Alec van Hoorenbeeck. (voetbalprimeur) - Image

Alec van Hoorenbeeck. (voetbalprimeur)

JawaPos.com-Bek Heracles Almelo Alec van Hoorenbeeck menghadapi akhir pekan dengan emosi campur aduk. Saat Heracles bersiap melawan FC Twente, klub yang kini meminjamkannya, pemain berusia 26 tahun itu mengakui bahwa masa depannya di Enschede sempat menggantung di musim panas lalu.

Sebagian besar karena situasi transfer Mees Hilgers. Dalam wawancara bersama Voetbal International, Van Hoorenbeeck mengungkap, sebenarnya sudah bersiap untuk tetap di Twente musim ini. Namun, arah berubah cepat begitu rencana transfer Hilgers tidak terwujud.

“Saya berasumsi sepanjang musim panas bahwa saya akan tetap di Twente,” ujar Van Hoorenbeeck.

“Klub berasumsi Mees Hilgers akan pergi, dan jika demikian, saya tidak bisa pergi. Tapi transfer itu tidak jadi. Dua minggu sebelum bursa transfer ditutup, klub bilang ada lowongan untukmu. Siapa pun di antara kami berdua yang menemukan klub lebih dulu, boleh pergi,” terang dia.

Keputusan itu membuat Van Hoorenbeeck harus cepat menentukan langkah. Dengan Robin Pröpper tetap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan dan kedatangan Stav Lemkin, peluangnya untuk bermain semakin menipis.

“Manajer bilang ingin bekerja dengan pasangan bek tengah yang konsisten,” kata Alec van Hoorenbeeck.

“Saya tahu posisi saya jadi cadangan, dan saya butuh bermain penuh semusim di suatu tempat,” imbuh dia.

Kini, Heracles menjadi tempat mencari kontinuitas. Namun perjalanan awalnya tak mudah. Musim lalu, Heracles baru meraih kemenangan setelah tujuh pertandingan. Musim ini mereka masih berusaha menstabilkan performa.

Pertemuan dengan Twente di Grolsch Veste akhir pekan ini akan terasa pribadi bagi Van Hoorenbeeck. Bukan hanya karena status pinjamannya, tetapi juga karena dia sempat merasa berada di antara rencana yang berubah.

Bagi FC Twente, keputusan mempertahankan Hilgers kini tampak logis. Pemain berdarah Indonesia itu menjadi bagian penting dalam lini belakang tim asuhan Joseph Oosting, yang saat ini duduk di posisi kedelapan Eredivisie dengan sepuluh poin.

Sementara Van Hoorenbeeck berupaya membangun kembali menit bermain di Almelo, Hilgers terus memperkuat reputasinya di Enschede.

Situasi keduanya menggambarkan realita yang kerap dihadapi pemain profesional. Karir bisa bergeser oleh satu keputusan transfer yang batal terjadi. Tidak ada konfrontasi, hanya konsekuensi dari dinamika yang sering kali di luar kendali pemain.

“Saya mengerti keputusan klub. Saya ingin membuktikan diri musim ini, bermain sebanyak mungkin, dan melihat ke mana arah karir saya setelahnya,” ucap Van Hoorenbeeck.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore