Timnas Jerman kalah dari Slovakia. (Dok. DFB)
JawaPos.com - Jerman mendapat julukan Der Panzer. Istilah Panzer itu diambil dari kata ‘panzerkampfwagen’, yang berarti kendaraan tempur lapis baja. Tapi, ketangguhan itu tak terlihat saat Jerman kalah 0-2 dari Slovakia dalam laga pertama Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona UEFA, Jumat (5/9) WIB.
Der trainer Jerman Julian Nagelsmann mempertanyakan mentalitas dan komitmen pemainnya. “Lawan bermain dengan semangat yang lebih besar, dan itu terlihat di lapangan,” keluh Nagelsmann dikutip dari Kicker.
Nah, Jerman dituntut untuk segera bangkit. Terdekat, Joshua Kimmich dkk akan meladeni Irlandia Utara di hadapan pendukung sendiri di Stadion RheinEnergie, Koln (siaran langsung: Vision+ pukul 01.45 WIB). Kemenangan akan tetap menjaga kans Jerman untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara grup.
Lemah di Bek Kiri
Keputusan Nagelsmann menempatkan debutan Nnamdi Collins sebagai bek kanan lawan Slovenia tidak berbuah hasil. Collins, yang sebetulnya berposisi sebagai bek tengah, tampak kewalahan menghadapi agresivitas wide attacker 19 tahun Leo Sauer.
Namun, opsi bek kanan Jerman terbatas. Nagelsmann akhirnya memilih mengganti Collins dengan bek kiri David Raum di babak kedua. Raum menempati posisi aslinya, sedangkan bek kiri Maximilian Mittelstadt digeser jadi bek kanan.
Keputusan itu mendapat kritik dari eks pemain timnas Jerman Torsten Frings. “Saya lebih suka menempatkan Kimmich di posisi itu (bek kanan) sebelum menempatkan pemain kidal di kanan. Selalu ada alternatif untuk bek tengah,” kata Frings kepada Sky Sport.
Belum Pada Level Juara Dunia
Sementara itu, tactician Irlandia Utara Michael O’Neill meyakini Jerman bakal mendapat sorotan tajam pasca kalah lawan Slovenia. Terutama kritik dari pendukung sendiri. “Mungkin mereka sedang dalam posisi yang lemah,” kata O’Neill dikutip dari Belfast Telegraph.
O’Neill menilai Jerman memang tidak dalam performa terbaiknya saat ini. Tapi, di saat yang sama, sosok yang lebih dulu menangani Irlandia Utara pada 2011-2020 itu waspada betul dengan potensi kebangkitan Jerman.
“Saya sudah sering bermain melawan Jerman ketika mereka menjadi juara dunia,” tutur O’Neill. “Saya rasa mereka belum berada di level itu (juara dunia) saat ini, tetapi mereka memiliki beberapa pemain hebat dan seperti semua tim Jerman, mereka akan bereaksi terhadap kekalahan itu dan kami harus siap.”

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
