
Emili Rousaud. (Dok Football Espana)
JawaPos.com – Mantan direktur Barcelona, Emili Rousaud, menyebut perilaku "memalukan" jajaran legenda Blaugrana seperti, Gerard Piqué, Sergio Busquets, dan Jordi Alba sebagai faktor kunci di balik masalah keuangan yang terus menghantui sang juara La Liga itu hingga saat ini. Trio yang disebutkan di atas mencatatkan total 1.719 penampilan untuk raksasa Catalan tersebut selama periode penuh trofi di Barcelona bersama Pep Guardiola.
Ketika pandemi Covid melanda pada musim semi 2020, yang merampas pendapatan klub dari pertandingan, merupakan bagian paling besar dari total pendapatan Barca. Tetapi Piqué, Busquets, dan Alba hadir menjadi tiga pemain dengan bayaran tertinggi di klub. Meski tidak ada yang bisa menandingi gaji Lionel Messi yang sangat besar.
Namun, Rousaud mengklaim bahwa meskipun gaji superstar Argentina itu wajar, anggota skuad lainnya telah memanfaatkan Messi untuk mendapatkan bayaran yang luar biasa yang tidak sebanding dengan kemampuan mereka. "Masalah Barca adalah mereka memiliki pemain terbaik di dunia (Lionel Messi), dan dialah satu-satunya yang menghasilkan gaji sebesar itu," jelas mantan direktur klub tersebut dalam biografinya yang baru saja dirilis, The Faith of the Entrepreneur.
"Namun, ada tekanan dari rombongan pemain (rekan satu tim) Leo (Messi) seperti Jordi Alba, Piqué, dan Busquets, mereka semua harus menaikkan gaji, yang menekan presiden. Ini memenuhi kebutuhan Leo, dan itu menyebabkan inflasi yang absurd".
"Piqué memang bek bagus, tetapi dia bukan bek terbaik di dunia, dan dia pemain dengan gaji tertinggi. Namun, model itu berhasil selama mereka menang.
"Setiap perusahaan harus memiliki tingkat kesetaraan gaji tertentu, dan itu pun gagal. Kemudian pandemi melanda, dan pendapatan turun drastis, tanpa tiket pertandingan".
Yang paling parah, Rousaud mengklaim bahwa "rombongan rekan satu tim Messi" itu enggan memberikan dukungan finansial apa pun kepada klub.
"Para pemain tidak mau menerima pemotongan gaji. Itu membuat saya sedikit malu sebagai penggemar, bukan sebagai direktur. Mereka tidak menyisihkan satu euro pun (untuk Barcelona)," lanjut pria berusia 59 tahun tersebut, dikutip dari si.com, Senin (14/7).
Messi akhirnya terpaksa meninggalkan Barcelona pada musim panas 2021 setelah keuangan klub sangat terjepit sehingga mereka tidak mampu memberinya perpanjangan kontrak apa pun. Barcelona kemudian mengonfirmasi bahwa Piqué, Busquets, dan Alba semuanya menerima "pengurangan gaji" pada tahun yang sama untuk memaksa kedatangan Sergio Aguero.
"Itulah yang harus dilakukan," Piqué mengangkat bahu saat itu. "Kami bangga dengan keputusan ini".
Barcelona masih harus menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan. Musim lalu, pemerintah Spanyol baru saja turun tangan untuk memastikan Dani Olmo terdaftar untuk paruh kedua musim 2024/2025. Kekhawatiran Nico Williams akan nasib yang sama dilaporkan menjadi alasan di balik penolakannya bergabung dengan Blaugrana pada musim panas ini.
***
Penulis: Bramasta
Sumber:
https://www.si.com/soccer/former-barcelona-director-lionel-messi-entourage-financial-crisis

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
